23 Kota/Kabupaten di Jabar Dinyatakan Bebas Malaria

Bali,TransNews-85 persen atau 23 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat,telah mendapatkan Sertifikasi Eliminasi atau dinyatakan bebas dari Malaria. Sisanya masih ditemukan endemis Malaria di empat Kabupaten yaitu kabupaten Pangandaran, Garut,Sukabumi dan Kabupaten Tasikmalaya.

Hal itu di ungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil,saat menghadiri puncak Hari Malaria se dunia di Sasana Budaya Kertalangu Denpasar Bali,Senin (13/5/19).

Dihadapan peserta seminar,Gubernur yang akrab disapa Emil menargetkan bahwa Jawa Barat bebas Malaria atau berstatus eliminasi Malaria pada tahun 2020.

“Target kami 2 atau 3 tahun ini Jawa Barat menjadi zona bebas malaria,sebab kasus malaria setiap tahunnya terus menurun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu,Emil mempresentasikan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat yang mencatat pada 2013 tercatat 663 kasus.Tahun 2014,(501) kasus,tahun 2015,(344) kasus,tahun 2016,(327) kasus,2017 (330) kasus,lalu tahun 2018,(205) kasus kemudian tahun 2019 baru terjadi 18 kasus malaria.

Endemik malaria,menurut Emil disebabkan oleh sebaran lokal dan migrasi. Untuk penanganan endemik yang disebabkan migrasi perlu ada strategi khusus.

Upaya pencapaian eliminasi malaria di Jawa Barat lanjut Emil,terus dilakukan seperti pelibatan ribuan kader PKK, penggerak desa, pasukan KB terutama di empat daerah terpapar.

“Kita punya banyak kader PKK, ribuan pasukan penggerak desa dan pasukan KB. Kita rangkul mereka agar multifungsi jadi tidak hanya tupoksinya saja,” tandas Emil,seraya mengingatkan kota/kabupaten yang tidak terpapar endemik,agar tidak terlena seiring surat edaran yang dikeluarkannya untuk aksekerasi eliminasi malaria di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.(Nas)

Copyright © 2019 TransNews                               All Rights Reserved Powered by MasHer