Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

HUKUM

Waduh, Benarkah Ada Anggaran Pos Ronda Fiktif Di Tangsel ?

LOGOS TNbadge-check


Tangsel, transnews.co.id-Rupanya mental pejabat korup masih saja tidak kapok kapoknya melakukan korupsi pat gulipat anggaran fiktip. Padahal setelah di croscek lapangan, kegiatan pembangunan pisiknya tidak terbukti.

Hal tersebut terjadi di Dinas Kesbangpol Linmas kota Tangerang Selatan yang diduga Fiktifkan anggaran pembuatan Pos Ronda tahun anggaran 2015.

Hasil investigasi dari masyarakat serta dari data yang berhasil dihimpun dilapangan terungkap, bahwa APBD kota Tangsel pada tahun 2015 di Dinas Kesatuan Bangsa,Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Tangerang selatan, di buatkan anggaran untuk membangun pos jaga ronda di beberapa titik dengan nilai Rp.3.187.500.000. Dengan Kode rekening:119.01.28.002.

Saat itu Kepala Kesbangpolinmas Tangsel tahun 2015, Salman Faris sempat diminta klarifikasi okeh watawan untuk memberikan paparan tentang dimana saja titik keberadaan pisik pos jaga ronda tersebut. Namun, bukannya mendapatkan titik cerah, Salman Faris malah tidak dapat dikonfirmasi, bahkan memblokir whatsapp saat dihubungi.

Karena tidak dapat dikonfirmasi, selanjutnya, wartawan melakukan Chek and kroschek ke masyarakat untuk menelusuri sendiri dimana saja pos jaga tersebut berada.

Dari 4 kecamatan yang berhasil ditelusuri yaitu kecamatan Serpong Utara, Serpong, dan Ciputat, serta di kecamatan Setu, faktanya tidak satupun ada di temukan keberadaan pos jaga ronda, seperti yang di sampaikan dalam pagu anggaran di tahun 2015 itu.

Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel pada tahun 2015, Salman Faris sulit dikonfirmasi. Salman kini sudah menjadi anggota DPRD kota Tangerang Selatan, periode 2019/2024.

Lagi lagi Salman sulit dan tidak mau dihubungi dan ditemui. Padahal untuk memenuhi berita berimbang, klarifikasi dari Salman sangat di butuhkan, agar tidak terjadi dugaan buruk dan fitnah bagi dirinya dan masyarakat. Bahkan saat dihubungi Via Whatsapp Salman Faris memblokir nomor wartawan yang mengkonfirmasi.

Tidak kehabisan akal, staf keuangan Salman Faris di Kesbang Pol Linmas, Bewe, sekarang berdinas di Dinsos Tangsel, saat ditemui Januari tahun lalu, mengatakan coba di konfirmasi ke Sentani, yang faham betul tentang kegiatan tersebut,” ujar Bewe singkat.

Sulitnya klarifikasi kepada Salman Faris, terkait temuan dugaan anggaran piktif pos ronda menuai tanggapan miring dari berbagai masyarakat.

Masyarakat khawatir bukan cuma pos ronda yang di sulap, tapi banyak lagi hal lainnya yang piktif.Sebab dari catatan tentang APBD Tangsel tahun 2015, Kantor Badan Kesbang Pol Linmas tersebut, menggunakan anggaran belanja langsung Rp.10.267.500.000,00 dan belanja daerah Rp.13.428.701.101,00.(AE) Editor:Nas

Baca Lainnya

Perkuat Soliditas Organisasi, H. Muhamad Sholeh Resmi Pimpin DPD Projo Jawa Timur 2026-2031

12 April 2026 - 18:35

CFD Sidoarjo Kembali Digelar, Layanan Publik dan UMKM Diserbu Warga

12 April 2026 - 18:25

Pemkab Sumenep Hadirkan Internet Satelit Starlink di Pulau Raas, Dorong Layanan Pajak Digital

12 April 2026 - 18:22

Halal Bihalal DPD Partai NasDem Jember Dari Silaturahmi ke Tekad Besar Mewujudkan Perubahan Nyata

12 April 2026 - 12:59

News Trending DAERAH