Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Sekda Depok Hardiono: Agar Warga Sehat Pemeriksaan Covid 19 Efektif Jemput Bola

LOGOS TNbadge-check

TN.DEPOK l — Penularan Covid-19 di Depok terus terjadi, berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut agar warga sehat dan terselamatkan.

 

Covid-19 merupakan wabah virus yang sangat mematikan, namun kabar baiknya wabah ini bisa disembuhkan oleh tubuh ini dengan sendiri dan mau ikuti anjuran-anjuran yang ditelah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan atau BNPB Tanggap Covid-19.

 

Saat ditemui jumpai beberapa waktu lalu, Sekda Kota Depok, dokter Hardiono dalam sebuah perbincangan santai mengatakan bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan rapid test. “Caranya dengan melakukan home visit, kalau ODP/ PDP jalan seperti ke tempat pemeriksaan masal maka saya khawatir terjadi penyebaran virus tersebut,” katanya 24 Maret 2020.

 

Memang dalam situasi yang seperti ini, pilihan tepat untuk mengendalikan wabah dan virus adalah tetap diam di rumah dan isolasi diri guna penyembuhan dan menekan angka penularan virus.

 

Upaya jemput bola kepada orang dengan pemantauan dilakukan secara jemput bola pun diamini oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Depok Bekasi, Hasbullah Rahmad. Menurut dia, jika dilakukan di suatu titik atau Puskesmas maka pilihannya dilematis. Sebab, orang dengan pemantauan itu memang belum positif corona, namun tidak ada yang jamin juga orang tersebut belum tertular.

 

“lebih aman kalau ada data ODP dilakukan cek di rumah, bukan di puskesmas, tapi petugas yang aktif. Kalau ada kerawanan tidak akan menyebar, karena 14 hari bisa sembuh. Ke Puskesmas pakai transportasi masal maka makin besar,” kata dia.

 

Hasbullah juga mengatakan, cara jemput bola merupakan cara yang paling efektif dalam menekan penyebaran corona. ”Pemerintah harus bijak, niat baik, tapi kalau tidak tepat teknis maka akan nambah pasiennya. Caranya jangan konfensional, perkecamatanya sudah benar tapi mata rantai penyebaran harus di hentikan,” katanya.*** (Yn)

Baca Lainnya

Depok Bakal Kembali ber-UHC pada Juni 2026

28 Maret 2026 - 17:27

Keren, Shila at Sawangan Sukses Gelar Depok Night Run Ramadhan 2026

6 Maret 2026 - 23:39

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Dirikan 230 Pos Kesehatan dan Siapkan Ribuan Tenaga Medis

5 Maret 2026 - 19:10

Bukan Sekadar Jurnalistik, SWI Kota Depok Konsisten Kawal Advokasi Kesehatan Warga

1 Maret 2026 - 20:12

News Trending DEPOK