Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gegara Pemudik Tidak Terpantau: Puskesmas Karangnunggal Tasikmalaya Banyak Terima Laporan ODP

LOGOS TNbadge-check

Kepala UPTD Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Dadan Kusnanto SKm, menyayangkan banyak yang pulang dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, seiring dengan banyaknya laporan adanya penambahan jumlah warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Corona.

“Memang untuk kendaraan umum seperti bus dipantau ketat, tapi yang menggunakan kendaraan pribadi tidak terpantau,” ujar Dadan seperti dilansir sejumlah media, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, saat ini semua orang harus beranggapan bahwa di sekelilingnya sudah terjangkit Covid-19, sehingga masker dan hand sanitizer digunakan setiap hari.

“Dengan demikian, semua orang bisa meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan penyebaran virus corona,”ujarnya.

Dadan mengatakan, selain dari yang baru datang dari Jakarta dan daerah zona merah lainnya, Puskesmas Karangnunggal juga melakukan pemantauan kepada keluarga, kerabat, orang yang membawa belangkar dan semua yang mengantar ke pemakaman korban meninggal yang diduga PDP corona asal Desa Cibatuireung baru baru ini.

“Ada sekitar 20 orang jumlahnya yang kami pantau dan semuanya menjadi ODP,” katanya.

Kata Dadan, Orang-orang tersebut seharusnya diam di rumah dan jangan ke sana kemari atau keluar rumah.

“Biarkan kami yang bekerja. Jangan sampai yang lainnya ada yang kena lagi, karena tidak akan ada selesai penularannya,” ujar dia.

Sebagai antisipasi, kata Dadan, Puskesmas Karangnunggal sudah membuat dua tenda,sehingga pasien yang dicurigai pulang dari Jakarta, ISPA dan sakit umum dipisahkan.

“Ketika ada gejala bisa kontak 119. Ada sesak napas, riwayat kontak dari jakarta, langsung dirujuk. Tapi kalo tidak kemana-mana hanya ada di kampung, ingin dirujuk tidak bisa. Ini khusus bagi yang dari luar kota, ada gejala seperti batuk, panas, demam dan sesak napas,” katanya.*** Editor: Nas

 

 

Baca Lainnya

Pergerakan Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Polres Jember Gelar KRYD

30 Maret 2026 - 10:02

Khofifah Turun Langsung Tinjau Banjir di Pasuruan, Bawa Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

30 Maret 2026 - 07:47

Pemkab Sidoarjo Teken PKS Kelola Sampah Jadi Listrik, Subandi: Solusi Nyata dan Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 07:43

Depok Bakal Kembali ber-UHC pada Juni 2026

28 Maret 2026 - 17:27

News Trending DEPOK