Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Jangan Sampai Punah: Grup Calung Barakatak Munjul Pakenjeng Garut, Exis Mohon Perhatian Pemerintah

LOGOS TNbadge-check

Aksi panggung Grup Calung Barakatak.(Photo-Pendi)

Garut,Transnews.co.id- Mempertahankan seni budaya khususnya budaya sunda, agar tidak punah dan tetap bertahan memang tidak semudah membalikan telapak tangan termasuk keseriusan pemerintah pusat dan daerah wajib ikut menanganinya.

Hal itu juga di rasakan oleh Grup Seni Calung Barakatak yang berlokasi di Kp Munjul Desa Depok,Pakenjeng Garut Jawa Barat.

Grup Calung Barakatak Pimpinan Atap Afandi ini, hingga kini tetap exis meski banyak juga saingan manggung seperti Organ Tunggal dan Orkes Melayu Dangdut di wilayah Pakenjeng Garut dan sekitarnya.

“Alhamdulillah Grup Calung Barakatak exis dan banyak order saat Agustusan tahun ini. Ada juga orderan dari orang orang hajat nikah atau khitan,”ujar Afandi di kediamannya Minggu (2/8/2020).

Afandi meminta terutama kepada generasi penerus kalangan muda,agar seni calung nantinya jangan sampai di tinggalkan, bahkan harus terus di pertahankan.

“Saya harap seni sunda calung tetap dilestarikan kemudian dipertahankan jangan sampai punah,” harap Afandi.

Atap Afandi mengungkapkan,personil grup Calung Barakatak berjumlah 11 orang,setiap bulannya ada saja order manggung, tetapi terkadang sepi job,apa lagi disaat Corona praktis tidak ada Order manggung.

Fandi mengatakan, untuk pengembangan, grup calung Barakatak memerlukan alat alat pendukung lainnya seperti Soundsystem, gitar, organ dan alat alat musik lainnya. Sebab alat yang ada sudah terbilang tua dan harus diganti.Meski begitu grup tetap berjalan.

“Maka itu saya dan personil grup Calung Barakatak memohon perhatian dari pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya agar bisa membantu keluhan itu,”pungkas Fandi yang di amini personil lainnya. (PND) Editor:Nas

Baca Lainnya

Rentetan Kebakaran di Nalumsari Jepara, Dari Rumah Joglo hingga Penggilingan Padi

13 Maret 2026 - 16:30

Bupati Jepara Lantik 57 Pejabat Struktural dan Fungsional, Tekankan Pelayanan Publik Lebih Optimal

13 Maret 2026 - 07:41

Hadiri Operasi Pasar Murah Jepara, Ketua DPRD Dorong Pemerintah Tetap Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

12 Maret 2026 - 20:28

Kuasa Hukum HS Layangkan Somasi Keras Terhadap Kasno

12 Maret 2026 - 20:06

News Trending DEPOK