Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Kasus Terkonfirmasi Covid -19 di Kota Tasikmalaya/1 Oktober 2020 Sebanyak 206 Kasus

LOGOS TNbadge-check


					Kasus Terkonfirmasi Covid -19 di Kota Tasikmalaya/1 Oktober 2020 Sebanyak 206 Kasus Perbesar

Tasikmalaya,transnews.co.id-Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pada agenda Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Tasikmalaya di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya, Kamis (1/10/20) menginstruksikan para pimpinan dan pengelola ponpes untuk segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 atau Dinas Kesehatan setempat jika di lingkungan ponpes ditemukan adanya gejala penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

“Jika terjadi gejala COVID-19, diharapkan para kiai dan pimpinan ponpes untuk tidak segan melapor kepada Gugus Tugas setempat.Pimpinan ponpes jangan menyembunyikan kalau di lingkungannya ditemukan kasus positif,” tegasnya.

Pernyataan Wagub menyusul karena sebelumnya diketahui terdapat kasus positif COVID-19 di ponpes di Kabupaten Kuningan dan Kota Tasikmalaya.

“Saya berharap, kasus COVID-19 tidak terjadi lagi di seluruh ponpes di Jabar,”kata Wagub.

Wagub mengingatkan pengelola ponpes untuk terus memperketat penerapan protokol kesehatan 3M di lingkungan ponpes. 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Jika terjadi gejala COVID-19, diharapkan para kiai dan pimpinan ponpes untuk tidak segan melapor kepada Gugus Tugas setempat,” ucap

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, secara keselurahan total kasus terkonfirmasi di Kota Tasikmalaya per 1 Oktober 2020 berjumlah 206 kasus.

Dikatakannya,Klaster pesantren adalah yang terbesar yang ada di Kota Tasikmalaya.

“Saat ini orang terkonfirmasi positif dari pesantren tersebut masih menjalani isolasi mandiri di lingkungan ponpes,”ungkapnya.(WH/Nop) Editor:Nas

Baca Lainnya

Depok Bakal Kembali ber-UHC pada Juni 2026

28 Maret 2026 - 17:27

Hadiri halal bihalal bersama, Ketua DPRD dan Bupati : ASN harus sosialisasikan program unggulan Jepara

26 Maret 2026 - 18:31

Halal Bihalal SWI Depok Jadi Momentum Perkuat Kekompakan Jurnalis Tanpa Sekat

25 Maret 2026 - 22:34

Perkuat Sinergi, Bupati Jepara Silaturahmi ke Kediaman Kiai dan Tokoh Agama Pascalebaran

25 Maret 2026 - 21:47

News Trending DAERAH