Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

FPMM Desak Pemerintah Kecam Prancis

LOGOS TNbadge-check


					FPMM Desak Pemerintah Kecam Prancis Perbesar

Depok – Panglima Laskar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Ahmad Yahya Usemahu menilai pemerintah Indonesia harus mendesak Presiden Perancis Emmanuel Macron minta maaf pada umat Islam.

Yahya mendesak Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terkait sikap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyudutkan Islam.

Ormas Asal Maluku ini mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap terkait Presiden Perancis Emmanuel Macron yang mengaku tidak akan melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad.
FPMM mengutuk sikap Macron tersebut dan berharap mengucapkan permintaan maaf kepada umat muslim Dunia.

“Saya atas nama panglima FPMM mengutuk Presiden Perancis. Mendesak presiden Jokowi segera bersikap yang sama dan meminta maaf kepada ummat Islam Indonesia,” kata Yahya kemarin, (30/10).

Panglima ormas asal Maluku itu melanjutkan, pihaknya mengecam pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron terhadap Islam. Ucapan tersebut telah melukai perasaan Umat Islam karena macron telah melancarkan ujaran kebencian.

“Ucapan Macron ini merupakan bentuk Islamofobia dan merusak keharmonisan kerukunan umat beragama di dunia,” kata Yahya.

Karenanya kata dia, Front Pemuda Muslim Maluku menolak pernyataan Macron yang menghubungkan Islam dengan separatisme dan kekerasan serta mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.

“Saya mendesak Kementerian Luar Negeri RI untuk mengecam Presiden Marcon melalui pernyataannya yang berbau rasis,” beber Ahmad Yahya.

Baca Lainnya

Melampaui Emansipasi, Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir

24 April 2026 - 14:27

PLN Perkuat Sinergi dengan MRT Jakarta, Pastikan Keandalan Listrik untuk Transportasi Publik Ibu Kota

24 April 2026 - 13:51

Solusi Pakar UPER Hadapi Kenaikan Harga Plastik: Optimalkan Gas Alam dan Bioplastik

20 April 2026 - 16:51

Langkah Strategis PLN: Bus Section A 500 kV Balaraja Resmi Bertegangan

20 April 2026 - 13:14

News Trending EKBIS