Tasikmalaya,transnews.co.id-Karena jalan gagal diperbaiki oleh Pemprov Jabar, warga di dua desa yakni warga Desa Sarimukti dan Warga Desa Kujang serta sebagian Warga Desa Cidadap, beramai ramai memperbaiki jalan dengan dana secara swadaya.
Mereka kecewa karena Pemerintah diangap tidak adil akan batalnya proses lelang pembangunan jalan Kontruksi peningkatan jalan Sindangreret – Cidadap dari Dana Banprov yang sudah terpampang di LPSE.
Meski kecewa warga Desa Sarimukti bergotong royong melakukan pengecoran jalan tanjakan Cibungur hampir kurang lebih sepanjang 2 kilo meter, secara swadaya dari masyarakat maupun donatur pengusah lainnya yang ada di Kecamatan Karangnunggal.

Draf yang sudah tersebar pun kini menjadi bahan olok olokan masyarakat baik di sosial media maupun obrolan diantara warga masyarakat, kesan tidak percaya terhadap Pemerintah pun kian melekat.
Opini negatif menjadi santapan warga akibat gagal janji dan realisasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait Pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 23 Kilometer, dengan proses lelang terpampang anggaran sebesar Rp.28. 611.600.000,00.
Menurut keteranga Asep Saepuloh, ST. selaku Anggota Dewan Fraksi Partai Golkar Dapil V saat di konformasi belum lama ini menerangkan, saat ini kami bersama tim sedang konsolidasi ke Provinsi melalui Pak H. Yod Mintaraga dan Pak H. Oleh Soleh selaku Anggota Dewan Provinsi, serta di sampaikan juga ke Sekda provinsi.
“Insya Alloh pada hari sabtu depan Pak H. Oleh Soleh akan menemui warga untuk memberi klarifikasi masalah jalan tersebut yang rencananya bertempat di Aula Kantor Desa Kujang,”jelas Asep.
Asep menambahkan,pada hari Seninnya di agendakan akan melayangkan surat ke Ketua DPRD dan Bupati untuk minta audensi dan meminta penjelasan serta minta jaminan supaya program tersebut tetap teralokasikan ke titik tersebut,”tuturnya.
Ditanya terkait apa kendala yang menyebabkan proses pelaksanaan tersebut gagal, Asep juga menjelaskan, dintaranya terkait teknis dan pelaksanaan waktu tidak cukup, hanya 30 hari tersisa dan akhirna gagal untuk lelang pertama karena pemenang tender di anulir.
“Mungkin karena adanya masalah administratif, itu keterangan yang saya terima dari Dinas PU, selebihnya kita bisa pertanyakan bersama nanti ketika Audensi,” jelas Asep.
Sementara, menurut keterangan warga yang enggan di sebut namanya kepada Transnews, Kamis (12/11/2020) menjelaskan, sudah lebih dari 20 Tahun, jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan.
Dulu sudah ada janji-janji pemerintah, namun gagal, dan kali ini sudah di depan mata pun kembali gagal, sehingga kami merasa ada apa Pemerintah dengan Jalan ini?, apakah ada perminan politik?, sehingga kamilah rakyat yang jadi korban.
“Negara ini sudah merdeka, tapi warga kami Desa Sarimukti dan Kujang merasa belum merdeka,” demikian warga. (NOP) Editor:Nas












