Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Optimalisasi Pelayanan Terus Dilakukan BPJS Kesehatan Depok

LOGOS TNbadge-check

DEPOK, transnews.co.id | Acara Ngopi Bareng Sekber bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang kota Depok, drg. Irfan Qadarusman dengan tema Optimalisasi Pelayanan Peserta JKN-KIS berlangsung sangat hangat.

Acara yang digelar di kantor Sekber Wartawan kota Depok dihadiri oleh puluhan wartawan dan juga aktivis kesehatan, jumat (22/3/2019)

Irfan dalam paparannya mengatakan terkait masalah pelayanan kesehatan, disini harus dilihat dua hal. BPJS sebagai pelaksana administratif, seperti keanggotaan, perubahan kelas, juga pendaftaran. Sedangkan pelayanan keduanya adalah kemitraan dan itu terkait fasilitas kesehatan pelayanan BPJS.

Permasalahan BPJS sendiri, lanjut Irfan, lebih kepada administratif, terkait data, ganti kelas dan peserta baru. Banyak masyarakat belum tahu bahwa itu bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN.

“Jadi, mereka datang pagi antara jam 08 – 10 dan menunggu antrian panjang untuk hal itu.(keluhan administratif-red) yang bisa dilakukan lewat mobile JKN” ungkap Irfan.

Untuk memenuhi tuntutan layanan publik yang lebih berkualitas, tambah Irfan, kita ada layanan Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit. kita selalu bekerjasama dengan baik untuk pelayanan yang maksimal.

“PIPP merupakan integrasi layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan dimana PIPP khusus memberikan penanganan terhadap kebutuhan akan informasi peserta JKN dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS di rumah sakit” jelas Irfan.

Irfan juga menyinggung soal tunggakan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga Depok pada BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok yang mencapai sekitar Rp 94 Miliar dari sekira 204 ribu orang warga Depok yang menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

“Kebanyakan dari mereka yang menunggak adalah peserta yang membayar iuran tersebut secara mandiri. Tunggakan terbanyak pada kelas 3 sekitar 102 ribu orang dengan nilai tunggakan Rp. 26 M lebih.” kata Irfan.

Acara yang berlangsung selama dua jam itu semakin terasa hangat dengan pertanyaan para rekan wartawan. Kenyataan di lapangan yang ditemukan, stigma akan pelayanan peserta BPJS yang buruk, menjadi titik sentral diskusi dan tanya jawab.

Intinya, tambah Irfan, selain pelayanan, sosialisasi terkait program BPJS memang harus sampai kepada semua pihak. Baik peserta, rumah sakit, dan pemangku kebijakan.

“Oleh karena itu perlu juga ditindaklanjuti program sosialisasi ini oleh rekan – rekan Sekber Wartawan agar program kesehatan untuk pelayanan yang maksimal bisa tersosialisasikan dengan baik dan masif,” pungkas Irfan. -MH

Baca Lainnya

Gelar Santunan Ramadhan 1447 H, MT Silaturahmi Kota Depok & Tasya Lovers Santuni 50 Anak Yatim

9 Maret 2026 - 23:11

Keren, Shila at Sawangan Sukses Gelar Depok Night Run Ramadhan 2026

6 Maret 2026 - 23:39

Takjil On The Road: Srikandi UIT JBB Berbagi Berkah di Ramadan 1447 H

6 Maret 2026 - 21:33

Jatim Siaga Mudik Lebaran 2026, Dinkes Dirikan 230 Pos Kesehatan dan Siapkan Ribuan Tenaga Medis

5 Maret 2026 - 19:10

News Trending DAERAH