Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Menuju Swasembada Pangan : Ponpes Al-Rifaie Malang Tanam Padi Beras Hitam Organik

LOGOS TNbadge-check


					Menuju Swasembada Pangan :  Ponpes Al-Rifaie Malang Tanam Padi Beras Hitam Organik Perbesar

Malang, Transnews.co.id-Kolaborasi dan bersinergi antar Pesantren di Jawa Timur melalui Program OPOP menuju swasembada pangan organik akan segera terwujud.

Hal tersebut disampaikan Ust. H Ach Rofik, selaku Direktur Ekonomi Bisnis Pondok Pesantren Al-Rifaie 2 Malang, di sela-sela acara penanaman bibit beras hitam di lahan sawah milik pesantren Al-Rifaie 2 Malang, Sabtu (13/2/2021).

Pertanian beras hitam Koppontren Al-Rifaie 2 Malang ini bermula dari kegiatan Opop Expo yang diselenggarakan oleh Tim OPOP dan didukung Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan Expo yang diadakan di Maspion Square pada pertengahan Desember kemarin memberi dampak positif, diantaranya sinergi dan Kolaborasi antar Pesantren di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, berkah acara pameran produk pesantren OPOP, kami ditemukan dengan pesantren yang menyediakan bibit dan juga sistem pertanian yang bagus.

Dari sanalah kami belajar dan ingin bekerjasama mengolah lahan pertanian yang kami miliki” ucap Ust Rofik yang juga aktif sebagai pembina asosiasi pariwisata Jawa Timur.

Rofik menjelaskan bahwa bibit padi hitam didapat dari Pondok Pesantren Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda) Nganjuk. Bukan hanya bibitnya, tapi cara bercocok tanamnya kami juga diajari dan didampingi tim dari Pomosda.

Manfaat dari beras hitam ini juga banyak sekali, diantaranya Beras Hitam ini cocok untuk mengurangi resiko Diabet. Apalagi sistem yang digunakan adalah sistem organik, tanpa menggunakan pestisida dan bahan kimia” ungkapnya.

Sekretaris OPOP Jawa Timur, Moh. Ghofirin mengungkapkan bahwa hingga saat ini program OPOP Jatim sudah diikuti 550 Pondok Pesantren se Jawa Timur.

Diharapkan melalui program prioritas Pemprov Jatim ini terjalin kerjasama antar Pondok Pesantren dalam berbagai aspek, diantaranya aspek swasembada pangan.

“Senang sekali ya, kita bisa menyaksikan antar Pondok Pesantren bisa ber Sinergi dan Kolaborasi,”ujarnya.

Diakuinya apa yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Pomosda dan Al-Rifa’ie ini sangat baik sekali, dan saya akan terus mendorong agar para pengurus usaha di pesantren jawa timur terus meningkatkan kerjasama antar pondok pesantren” pungkasnya. (Hadi).Editor:Nas

Baca Lainnya

Ribuan Warga Meriahkan Kirab Budaya Pergantian Luwur Adipati Tjitrosomo, Ketua DPRD Jepara: Wujud Penghormatan kepada Leluhur

26 Juni 2026 - 14:39

Progres Proyek Strategis Nasional SR di Nganjuk Melesat, Sekolah Rakyat Diharapkan Buka Juli 2026

25 Juni 2026 - 23:21

Perkuat Komunikasi Publik, Bupati Subandi Gandeng Kreator Konten Dorong Birokrasi Go Digital

25 Juni 2026 - 23:15

Festival Depok Heritage 2026: Kenalkan Akar Sejarah dan Nilai Toleransi ke Generasi Muda

25 Juni 2026 - 18:44

News Trending DEPOK