Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

Tekan Penyebaran Covid: Kapolda Jatim Inisiasi Gerakan Santri Bermasker

LOGOS TNbadge-check


					Tekan Penyebaran Covid: Kapolda Jatim Inisiasi Gerakan Santri Bermasker Perbesar

Surabaya,Transnews.co.id-Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menginisiasi Gerakan Santri Bermasker. Pencanangan santri bermasker tersebut, digelar untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Jatim, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jatim berkesempatan mencanangkan Gerakan Santri Bermasker di Mapolda Jatim, Kanis (26/2/2021).

Disela pencanangan Gubernur memaparkan bahwa di Jawa Timur ini kan memang banyak sekali pondok pesantren yang jumlahnya ribuan.

“Jadi dengan Santri Bermasker ini, Pak Kapolda yang menginisiasi gerakan ini bersama Pak Pangdam (Mayjen TNI Suharyanto) dan Pangkoarmada II (Laksda TNI I.N.G Sudihartawan) mengajak para santri untuk selalu menggunakan masker,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, gerakan tersebut juga sebagai langkah preventif agar ponpes tidak menjadi klaster baru Covid-19. Kami mengajak para Kyai dan ulama di Jatim untuk ikut membantu agar Gerakan Santri Bermasker ini bisa membantu menekan angka penyebaran virus Covid-19.

“Ada perwakilan dari PWNU, PW Muhammadiyah, MUI Jatim, dan Kemenag Jatim yang dilibatkan,” kata gubernur yang juga menjabat Ketua Muslimat NU tersebut.

Gubernur berharap dengan penguatan bermasker bagi para santri bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.

“Kegiatan di pesantren ini banyak hal yang memang harus terus terkawal protokol kesehatannya. Terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M,” ujarnya.

Sementara Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Jatim.

Kapolda meyakini dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19.

“Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19,” kata Nico.

Dalam acara tersebut , Kapolda membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang diterima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara di Mapolda Jatim.

Kapolda mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jatim, para kyai, ulama, dan santri atas sinergitas yang telah dibangun bersama TNI, Polri dan pemda yang berjalan kondusif dan baik.

Selain itu Kapolda mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Semoga kita semua dapat terbebas dari Covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” pungkasnya. (HD) Editor:Nas

Baca Lainnya

Depok Bakal Kembali ber-UHC pada Juni 2026

28 Maret 2026 - 17:27

Hadiri halal bihalal bersama, Ketua DPRD dan Bupati : ASN harus sosialisasikan program unggulan Jepara

26 Maret 2026 - 18:31

BAIS dan Ujian Akuntabilitas TNI

25 Maret 2026 - 23:11

Halal Bihalal SWI Depok Jadi Momentum Perkuat Kekompakan Jurnalis Tanpa Sekat

25 Maret 2026 - 22:34

News Trending DEPOK