Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

1400 Rumah Tidak Layak Huni di Kampung Inggris Kediri Bakal Direvitalisasi

LOGOS TNbadge-check


					1400 Rumah Tidak Layak Huni di Kampung Inggris Kediri Bakal Direvitalisasi Perbesar

Kediri,TransNews.co.id.- Keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Kediri menjadi perhatian khusus Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana khususnya di wilayah yang menjadi ‘wajah’ Kabupaten Kediri yakni eduwisata Kampung Inggris Pare.

Di wilayah tersebut puluhan ribu warga luar Kabupaten Kediri tinggal di rumah penduduk untuk menimba ilmu belajar bahasa asing.

Kebutuhan rumah yang layak dan sehat tentu menjadi kewajiban agar nyaman dan membawa kesan positif sehingga mengajak lainnya untuk datang pula ke Kampung Inggris.

Melihat hal itu, Bupati Kediri yang akrab si sapa Mas Bup Dhito mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini mendapat tanggapan dengan dialokasikannya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kampung Inggris Pare sebanyak 1400 unit.

Sementara itu Dirjen Perumahan PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menyampaikan saat ini banyak pemerintah daerah yang mengalami masalah banyaknya RTLH di wilayah masing-masing.

Sesuai kajian Bupati Kediri, BSPS untuk Kabupaten Kediri akan dialokasikan di wilayah Kampung Inggris.

“Kami siap membantu Pemkab Kediri yang ingin mengentaskan masalah rumah tidak layak huni di wilayah Kampung Inggris. Jumlah bantuan sebanyak 1400 rumah,” jelas Khalawi dalam keterangannya,kepada sejumlah media Senin lalu (19/4/2021).

Dijelaskan Khalawi, penerima manfaat RTLH akan mendapat dana stimulan dari pemerintah sebesar 20 juta rupiah.

Nominal tersebut oleh penerima manfaat dapat digunakan untuk pembelian bahan material dan upah tukang. Rincian dari 20 juta ini, sejumlah 17,5 juta rupiah untuk pembelian bahan bangunan dan sisanya 2,5 juta rupiah untuk upah tukang.

“Program ini melibatkan masyarakat secara berkelompok membangun rumah tidak layak huni dengan dana stimulan ,” kata Khalawi.

Sementara itu Mas Bup Dhito menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas program pemerintah pusat yang ditujukan bagi pengentasan RTLH di Kabupaten Kediri.

Menurutnya setiap daerah pasti membutuhkan bantuan serta program dari pemerintah pusat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah 1400 RTLH di Kampung Inggris akan direvitalisasi lewat BSPS. Program BSPS ini paling krusial dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,”ujarnya.

Program ini juga kata Bupati menjadi langkah nyata pemerintah agar warganya memiliki rumah layak huni dan sehat,” jelasnya.

Sebagai informasi, rumah dikatakan layak huni menurut Kementerian PUPR adalah memenuhi kebutuhan ruang penghuninya, memenuhi kecukupan minimum luas bangunan dan memenuhi syarat sehat yakni memiliki ventilasi udara di setiap ruang, pencahayaan cukup dan terdapat MCK (Rud)Editor:Nas

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-477 Jepara, Bupati Jepara Ajak Teladani Perjuangan Leluhur

9 April 2026 - 10:06

DPC PROJO Jember Ikut Serta Sukseskan KONFERDA Malang

8 April 2026 - 20:31

Komisi D DPRD Jatim Kawal Alih Status Jalan, Dorong Akses Mataraman Lebih Layak

8 April 2026 - 20:28

Ponpes Ngalah Pasuruan Rawat Toleransi, Buka Ruang Dialog Lintas Agama

8 April 2026 - 19:48

News Trending DAERAH