Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Anggota Dewan Jatim: Pemerintah Diminta Maksimalkan Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik

LOGOS TNbadge-check


					Anggota Dewan Jatim: Pemerintah Diminta Maksimalkan Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik Perbesar

Jember,Transnews.co.id-Problem kelangkaan pupuk subsidi masih saja terjadi,hal tersebut dikarenakan petani masih bergantung pada pupuk an organik.

Maka perlu ada upaya dari pemerintah untuk menghilangkan ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi dengan melakukan sosialisasi pupuk organik ke petani.

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Jatim dapil V (Jember- Lumajang), Satib usai melakukan kegiatan reses,di Gedung Kuning Rambipuji Jember, Jumat (7/5/2021).

Satib mengaku selama reses di dapilnya rata-rata yang menjadi topik utama itu masalah kelangkaan atau mahalnya harga pupuk. Mengingat selama ini petani selalu mengandalkan pupuk subsidi.

“Jika masyarakat mengandalkan subsidi, maka berat petani. Karena kondisi panen seperti ini,” kata Satib.

Satib menyebut bahwa selama ini yang menyebabkan petani bergantung pada susbidi karena penggunaan pupuk organik belum familiar. Petani enggan membeli pupuk organik karena belum tahu hasil dari penggunaan pupuk tersebut.

“Karena petani kita selalu tradisional selama ini mengandalkan pupuk subsidi pupuk bahan kimia,” ujarnya.

Menurut Satib, kondisi keuangan negara sedang defisit, sehingga pemerintah dan petani harus berkreasi dalam rangka memecahkan permasalahan. Pemerintah harus mencarikan alternatif agar petani tidak bergantung pada subsidi. Salah satu solusi adalah menggiring para petani agar mau memakai pupuk organik.

“Sehingga petani didorong di samping memakai pupuk subsidi ditambah dengan pupuk organik,” tuturnya.

Ditambahkan Satib, petani sebaiknya diberi bantuan pupuk organik. Namun pemberian bantuan itu harus ada pengawalan dan pengawasan sehingga distribusi pupuk organik tepat guna dan tepat sasaran ke petani termasuk teknologi pengolahaannya,”jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Jatim tersebut, optimis petani akan mau membeli pupuk organik untuk masa tanam berikutnya, ketika sudah tahu hasilnya.

“Dari sini peran pemerintah sangat penting.Petani jangan hanya dijanjikan nanti akan diusahakan pupuk-pupuk subsidi,jangan!!. Karena memang pemerintah membatasi pupuk bersubsidi,” pintanya.

Satib menegaskan, sebagai Ketua DPC Gerindra Jember, dirinya telah mendorong kadernya yang duduk di DPRD Jember untuk melakukan pengadaan pupuk organik.

Selanjutnya DPRD bekerja sama dengan Dinas Pertanian Jember untuk melakukan uji coba kepada beberapa petani sebagai percontohan.

“Hasil pupuk organik seperti ini. Nanti baru tahu hasilnya disosialisasikan ke masyarakat luas,” pungkasnya. (HD) Editor:Nas

Baca Lainnya

DPC PROJO Jember Ikut Serta Sukseskan KONFERDA Malang

8 April 2026 - 20:31

Komisi D DPRD Jatim Kawal Alih Status Jalan, Dorong Akses Mataraman Lebih Layak

8 April 2026 - 20:28

Ponpes Ngalah Pasuruan Rawat Toleransi, Buka Ruang Dialog Lintas Agama

8 April 2026 - 19:48

Normalisasi Sungai Porong Dikebut, Wabup Sidoarjo Soroti Pintu Air Rusak 4 Tahun

8 April 2026 - 19:44

News Trending DAERAH