Menu

Otomatis

KESEHATAN

Tekan Laju Penularan, Menkes Fokus Lakukan Testing Epidemilogis

LOGOS TNbadge-check

Tekan Laju Penularan, Menkes Fokus Lakukan Testing Epidemilogis Perbesar

Masassar, Transnews.co.id – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Trans Studio Mall Makassar. Dalam kunjungan tersebut Menkes menekankan untuk melakukan testing epidemiologis untuk menekan laju penularan COVID-19.
”Sebenarnya untuk testing yang paling benar secara ilmiah adalah testing suspek sama testing kontak erat. Jadi kalau ada orang yang kita duga demam atau orang yang sudah tertular COVID-19, kontak erat nya harus disiplin kita cari semua, epidemiolog menyarankannya begitu,” kata Menkes di Makassar.
Saat ini banyak testing yang dilakukan untuk penerbangan dan untuk perjalanan darat atau disebut testing skrining. Menkes Budi menyarankan semua tenaga kesehatan harus mulai mengubah testing tersebut menjadi testing epidemiologis.
”Saran saya harus pelan-pelan mulai diubah bahwa testing nya itu kembali dilakukan testing epidemiologis bukan testing skrining,” ucap Menkes.
Menkes menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus COVID-19. Negara-negara yang cakupan vaksinasinya tinggi seperti Singapura dan Inggris masih tetap waspada terhadap lonjakan kasus tersebut.
”Sekarang kasus di Indonesia sudah turun drastis tapi jangan sampai naik lagi. Caranya, kembali lagi yaitu Prokes yaitu memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tutur Menkes.
Vaksinasi COVID-19 di Trans Studio Mall Makassar digelar mulai tanggal 2 sampai 15 November 2021 untuk dosis pertama dan 15 sampai 30 November 2021 untuk dosis kedua.
Pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan seluruh masyarakat di Kota Makassar untuk mencapai herd immunity.
Indonesia menargetkan 70% herd immunity tercapai. Menkes Budi menjelaskan herd immunity itu untuk membantu supaya masyarakat tidak masuk rumah sakit karena COVID-19.
”Yang paling penting balik lagi ke protokol kesehatan sama surveilans nya harus baik, dan itu semua tergantung kita yang melaksanakannya, karena tidak mungkin pemerintah bisa jalan sendiri kalau rakyatnya tidak disiplin,” kata Menkes.
”Saat ini, lanjut Menkes, salah satu hal yang paling penting adalah vaksinasi Lansia. Pasalnya, mereka tergolong ke dalam kelompok rentan yang risikonya paling fatal kalau tertular COVID-19. Jadi kita harus melindungi Lansia kita,” tutur Menkes.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Menanam Kesadaran Sejak Dini, PLN Ajak Anak Peduli Keselamatan Listrik

18 Sep 2026 - 13:45 WIB

Menanam Kesadaran Sejak Dini, PLN Ajak Anak Peduli Keselamatan Listrik

Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru Dilantik, UPER Siapkan Talenta Strategis

14 Sep 2026 - 21:14 WIB

Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru Dilantik, UPER Siapkan Talenta Strategis

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

14 Sep 2026 - 21:10 WIB

Cegah Kepanikan Megathrust, Pakar UPER Tekankan Pentingnya Literasi Informasi Bencana

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, PLN Hadirkan Program Desa Siaga Bencana

14 Sep 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat, PLN Hadirkan Program Desa Siaga Bencana

Jaga Keandalan Sistem Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, PLN UPT Cilegon Pastikan Peralatan Kelistrikan Tetap Andal​

9 Sep 2026 - 15:28 WIB

Jaga Keandalan Sistem Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, PLN UPT Cilegon Pastikan Peralatan Kelistrikan Tetap Andal​

Perkuat Sinergi, SWI Kota Depok Audiensi Bersama RS Citra Arafiq Sawangan

7 Sep 2026 - 19:12 WIB

Perkuat Sinergi, SWI Kota Depok Audiensi Bersama RS Citra Arafiq Sawangan
Trending di DEPOK