Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Dampak Kemarau: Delapan Dusun Desa Mekarsari Sajira Lebak, Kesulitan Air

LOGOS TNbadge-check

Seorang warga di Desa Mekarsari Dajira, sedang mengisi Jerigen untuk menampung air yang belakangan ini wilayahnya dilanda kekeringan. (Photo-Nyi)

Ketua Adat Kasepuhan Sajira Desa Mekarsari Abah Hasan Pasundan,meminta pemerintah segera membantu masyarakat yang kesulitan mendapat air bersih. (photo-Nyi)

Lebak, Transnews – Kemarau panjang yang melanda tak bisa dipungkiri membawa efek kekeringan. Warga desa Mekarsari, Kec Sajira, Kab Lebak pun tak terlepas dari masalah kurangnya air bersih.

“Mau bagaimana lagi, hampir setiap kemarau datang, warga desa harus berjalan cukup jauh demi air bersih,” ujar Hasan Pasundan, Ketua Adat Sajira yang ditemui Transnews,Rabu (07/08/19).

Hasan menambahkan bahwa warga membutuhkan perhatian dari pemerintah dan instansi terkait, agar masalah kekeringan ini bisa cepat teratasi dan warga tak perlu lagi bersusah payah mencari air, hingga berdampak ekonomi mereka yang terbuang karena waktu pencarian mereka akan sumber air.

“Perhatian pemerintah dan instansi terkait sangat diperlukan. Kasihan warga, tak hanya tenaga yang terkuras tapi ekonomi mereka pun ikut berkurang,” tambah Hasan.

Dari pantauan Transnews, warga harus berjalan menuju sumber air yang tak bisa dibilang layak konsumsi. Namun warga mau tak mau harus menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Mekarsari Aceng Bisri,saat ditemui Transnews mengaku sangat prihatin. Hampir seluruh kampung dibawah pengawasannya yang meliputi kampung Karoya, Gedong, Cipahit, Lebakmaja, Ciluwuk, Cijaru, Pasirketug dan Pagadungan terpapar kekeringan.

“Kami terus berusaha, agar air bersih bisa didapatkan dan dirasakan warga. Namun kami tetap membutuhkan bantuan dari berbagai pihak yang peduli,” ucap Aceng.

Aceng tak menutup mata, bahwa inovasi agar kebutuhan air sangat diperlukan. Hingga saat kemarau datang, warga tak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk mencari sumber air.

“Kami membuka diri bagi setiap bantuan yang datang. Harapannya ada pihak yang mengerti teknologi pengadaan dan pengaliran air yang bisa dibangun di sini,” tutup Aceng. (Nyai-Angri)

Baca Lainnya

Kominfo Jatim Gandeng Universitas Dinamika Surabaya, Genjot Talenta Digital dan Keamanan Informasi

3 Maret 2026 - 19:14

Dorong Daya Saing Global, Pemkab Jepara Resmikan Kartu Mebel dan Berangkatkan IKM ke IFEX 2026.

3 Maret 2026 - 04:37

Resmi Tembus Probolinggo, Commuter Line Supas Perkuat Aglomerasi Surabaya Raya

2 Maret 2026 - 21:09

Bupati Subandi Perkuat Sinergi dengan PHDI, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Umat di Sidoarjo

2 Maret 2026 - 21:07

News Trending DAERAH