Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk Ciracas

badge-check


					Amankan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk Ciracas Perbesar

Jakarta – PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan pasokan listrik Jakarta jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, dengan melakukan pemeliharaan rutin Material Transmisi Utama (MTU).

PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul berhasil melakukan pemeliharaan rutin 2 tahunan pada Material Transmisi Utama (MTU) yang berada di Gas Insulated Switchgear (GIS) 150kV Ciracas, Jakarta Timur.

General Manager PLN UIT JBB, Didik Fauzi Dakhlan mengatakan, pekerjaan yang dilakukan oleh Tim Pemeliharaan dari Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Petukangan ini bertujuan untuk memastikan kondisi peralatan dalam kondisi baik sesuai dengan standar yang berlaku.

Ditambahkan Didik, pemeliharaan juga dapat memperpanjang umur peralatan dan mengurangi risiko terjadinya kegagalan atau kerusakan pada peralatan.

“Kami berupaya memberikan pasokan listrik yang berkualitas kepada para konsumen yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan melakukan pemeliharaan yang dilakukan rutin per 2 tahun,” kata Didik.

Didik Fauzi Dakhlan juga menjelaskan betapa pentingnya melakukan pemeliharaan rutin pada setiap MTU yang ada.

Karena sambung Didik, selain berguna untuk memelihara aset peralatan, juga untuk meminimalisir gangguan atau yang sering disebut anomali.

“Pencegahan gangguan sejak dini selalu kita lakukan melalui inspeksi dan pemeliharaan rutin. Pekerjaan ini merupakan salah satu upaya kami untuk melakukan deteksi dini sebelum terjadi anomali,” paparnya.

Didik juga memastikan pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam waktu 8 (delapan) jam tersebut dilakukan dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Lainnya

Dari Boyolali Untuk Indonesia: HKPS dan Munas SWI 2026, Satukan Wartawan Nusantara

5 Maret 2026 - 19:50

Sidak Jelang Lebaran, Bupati Subandi Pastikan Stok Aman dan Harga Sembako Stabil di Sidoarjo

5 Maret 2026 - 19:08

PLN Lakukan Perbaikan Hotspot Contact Finger PMS di Gardu Induk 150 kV Cilegon Baru

3 Maret 2026 - 19:03

Peluang Sinergi Strategis SWI dan BAZNAS Republik Indonesia untuk Dakwah Zakat Nasional

3 Maret 2026 - 17:30

News Trending NASIONAL