Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Jangan Pilih Knek Tembak

badge-check


					Jangan Pilih Knek Tembak Perbesar

Oleh: Habib Syarif Gasim Husin Alatas, Anggota DPRD Depok Fraksi PKS

Depok, transnews.co.id – Fenomena knek yang berambisi menjadi sopir kian menjadi sorotan masyarakat luas. Kali ini, komentar pedas dilontarkan rekan sesama sopir, namanya Habib Syarif Gasim Husin Alatas.

Ia mengutarakan betapa ironinya kontestasi politik tahun ini, dimana manuver yang dilakukan knek dinilai sudah sangat keterlaluan, bahkan merusak.

“Iklim demokrasi saat ini sudah mengalami kemajuan, dimana pejabat publik atau kepala daerah legitimasinya sangat kuat di masyarakat, karena dipilih langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia utarakan, paguyuban sopir dan knek saat ini sudah lemah. Sopir dianggap tabu meski punya kebijakan untuk para knek.

Knek yang satu ini memang luar biasa, pendukungnya di paguyuban knek banyak sekali. Bahkan, yang tadinya mendukung sopir dipaksa untuk mendukungnya mengambil alih sopir.

“Gilanya, segala aspirasi, usulan narasi dan gagasan yang harusnya dititipkan kepada sopir, malah diambil alih knek melalui jalur belakang, tidak dengan mekanisme yang ada,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan loyalitas paguyuban knek yang saat ini sudah tidak loyal kepada sopir. Data-data siapa saja pendukung knek bahkan sudah ia kantongi.

Perusak demokrasi harus bisa menerima resiko dan konsekuensinya atas penghinatan yang dilakukan kepada sang sopir.

Kata Habib, bagaimana bisa itu hampir sebagian besar paguyuban knek malah berhianat kepada sopir yang bertahun-tahun memberinya makan.

Sopir yang akhirnya mempercayakan peralihan dirinya kepada teman dekatnya kini telah melakukan kampanye agar jangan memilih knek yang dianggap keterlaluan.

Kata Habib, dari salah video calon Wali Kota Depok yang tersebar, diakui hubungan wali dan sekda diumpamakan seperti sopir dan knek.

Seperti diketahui, tugas sopir mengendalikan mobil, dan tugas knek adalah membantu sopir menarik penumpang, memungut dan memegang uang dari penumpang.

Pergantian sopir melalui pesta demokrasi rencananya akan diselenggarakan pada 27 November mendatang melalui pemilihan umum.

Habib mengajak agar para penumpang tidak salah memilih sopir. Jangan pilih knek yang berambisi mengambil alih peran sopir dengan cara yang tidak baik.

“Pilih yang sudah jelas punya pengalaman jadi pengendara, jangan pilih knek tembak yang suka berhianat dan menghalalkan segala cara demi ambisinya. Pilih nomor 1,” tutur Habib.

Baca Lainnya

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kota Depok Tahun 2025 Tembus 419 Miliar

30 Januari 2026 - 17:26

Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Kota Depok Tahun 2025 Tembus 419 Miliar

PLN Bangsri Kabupaten Jepara Sambungkan Listrik Gratis Untuk Warga Desa Klepu

30 Januari 2026 - 17:01

PLN Bangsri Kabupaten Jepara Sambungkan Listrik Gratis Untuk Warga Desa Klepu

Antrean Panjang di TPA Cipayung Sebabkan Warga Marah, karena ini

30 Januari 2026 - 15:49

Perkuat Keandalan Sistem, PLN Lakukan Penambahan Gas SF6 pada Trafo Interbus

30 Januari 2026 - 15:29

News Trending DEPOK