Menu ✖

Otomatis

NASIONAL

Remaja Bunuh Ayah dan Nenek Sendiri, Alarm Penting Bagi Pemerintah Gencarkan Nilai Pancasila ke Generasi Muda

badge-check

Remaja Bunuh Ayah dan Nenek Sendiri, Alarm Penting Bagi Pemerintah Gencarkan Nilai Pancasila ke Generasi Muda Perbesar

Jakarta, transnews.co.id – Dosen Magister Ilmu Hukum UNPAM, Dodi Sugianto menilai tragedi remaja 14 tahun yang nekat membunuh ayah dan neneknya sendiri di kawasan Lebak Bulus beberapa waktu menambah catatan buruk kejahatan yang melibatkan generasi muda.

“Saya secara pribadi sangat prihatin dan miris atas fenomena ini. Kasus pembunuhan tersebut menambah rentetan kasus kejahatan yang melibatkan generasi muda. Ini menjadi alarm bagi pemerintah dan kita semua agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutur Dodi Sugianto, Sabtu (21/12).

Ia mengatakan, kasus pembunuhan ini bukan saja mencerminkan tragedi kemanusiaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila, terutama dalam lingkungan keluarga.

“Keluarga adalah lingkungan pertama seorang anak belajar yang namanya nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Dalam Pancasila, setiap sila berikan panduan bagaimana hubungan di dalam keluarga seharusnya terjalin, yaitu dengan landasan kasih sayang, rasa hormat, dan empati,” terang Dodi.

Peran penting keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sangat penting. Pasalnya, bila nilai-nilai tersebut tak tertanam secara baik, otomatis si anak dapat tumbuh tanpa fondasi moral yang kuat, yang akhirnya dapat memicu perilaku destruktif.

“Ditambah bila si anak tidak kurang perhatian dari sisi kebutuhan emosional maupun lainnya bisa menjadi pemicu rasa dendam, frustrasi, atau bahkan tindakan nekat seperti yang terjadi dalam kasus ini,” tegas Dodi.

Solusi terbaik, Dodi berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan menambah muatan pendidikan berbasis Pancasila untuk membentuk generasi yang berbudi pekerti.

“Pendidikan berbasis Pancasila tidak hanya soal teori, tetapi juga praktik nyata, seperti menghormati orang tua (sila kedua), menjaga persatuan keluarga (sila ketiga), dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah (sila keempat),” tegasnya.

Ia juga berharap lembaga pendidikan dan masyarakat harus lebih gencar memberikan contoh konkret penerapan nilai-nilai ini.

Bukan hanya mengajarkan apa yang benar atau salah, tetapi juga melatih anak-anak untuk mengelola emosi dan menghadapi konflik secara bijaksana.

“Pemahaman Pancasila membantu generasi muda memahami nilai-nilai kebangsaan seperti kebersamaan, kesatuan, dan keadilan. Sehingga kejahatan remaja seperti tawuran antar pelajar maupun kejahatan lainnya dapat berkurang,” tandasnya. ***

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

29 Sep 2026 - 16:38 WIB

Sinergi Pendidikan dan Industri, PLN UPT Cawang Buka Wawasan Siswa tentang Dunia Kerja

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik Rampung Keseluruhan, Begini Penampakannya

28 Sep 2026 - 19:55 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik Rampung Keseluruhan, Begini Penampakannya

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

28 Sep 2026 - 09:15 WIB

Berdayakan Barang Layak Pakai, HIMASI UT Bogor Gelar Energy Exchange

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

27 Sep 2026 - 21:51 WIB

Jaga Keandalan Listrik, PLN Rawat Kesiapan Sistem di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

27 Sep 2026 - 17:33 WIB

Progres Pembangunan RSUD Sedati Capai 25.47 Persen

Cegah Keracunan MBG Terulang, Bupati Sidoarjo Minta SPPG Tanpa SLHS Tak Beroperasi

27 Sep 2026 - 17:29 WIB

Cegah Keracunan MBG Terulang, Bupati Sidoarjo Minta SPPG Tanpa SLHS Tak Beroperasi
Trending di ADV