Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Istana Negara Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Avatar photobadge-check


					Bendera Setengah Tiang di Istana Negara. (Dok. http://nasional.kompas.com/read/2015/09/30/17564811/30.September.Istana.Kibarkan.Bendera.Setengah.Tiang) Perbesar

Bendera Setengah Tiang di Istana Negara. (Dok. http://nasional.kompas.com/read/2015/09/30/17564811/30.September.Istana.Kibarkan.Bendera.Setengah.Tiang)

JAKARTA, transnews.co.id – Dalam memperingati peristiwa gerakan 30 september 1965. Komplek istana kepresidenan Jakarta, mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

Melalui Kemenbud, pemerintah sebelumnya mengeluarkan imbauan mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September 2025.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 8417/MK.L/TU.02.023/2025. Untuk mengimbau seluruh masyarakat, instansi pemerintah, serta lembaga pendidikan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada 30 September 2025.

“Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, satuan pendidikan serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2025 agar mengibarkan bendera setengah tiang dan tanggal 1 Oktober 2025 pukul 06.00 waktu setempat, bendera berkibar satu tiang penuh,” demikian yang tertuang dalam surat edaran.

Sejarah singkat, Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI adalah percobaan kudeta pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Gerakan ini dituding melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menewaskan enam jenderal dan satu perwira TNI, yang kemudian ditemukan di sumur Lubang Buaya. Peristiwa ini memicu perubahan politik besar, dimulainya era Orde Baru di bawah Soeharto, dan berakhirnya demokrasi terpimpin.

Baca Lainnya

Ofero Pamerkan Dua Calon Produk Baru, Monster Evo dan Carria 1 di Jakarta Fair 2026

16 Juni 2026 - 11:01

PLN Perkuat Layanan Pelanggan Tegangan Tinggi melalui Kunjungan ke PT Bogasari Flour Mills

15 Juni 2026 - 14:29

Bangun Budaya Kesiapsiagaan, PLN Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di GITET Bekasi

15 Juni 2026 - 10:04

Raditya Dika di Universitas Pertamina: Jangan Cuma Punya Ide, Generasi Muda Harus Berani Eksekusi!

12 Juni 2026 - 16:12

News Trending EKBIS