Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Polda Jatim : 62 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Tiba di RS Bhayangkara Surabaya

Avatar photobadge-check


					Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol, Dr. dr. M. Khusnan Marzuki di RS. Bhayangkara Surabaya. Selasa (7/10/2025). Perbesar

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol, Dr. dr. M. Khusnan Marzuki di RS. Bhayangkara Surabaya. Selasa (7/10/2025).

SURABAYA, transnews.co.id – Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol, Dr. dr. M. Khusnan Marzuki, M.M, menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban peristiwa di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Hingga saat ini, total 62 kantong jenazah telah masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, termasuk beberapa kantong yang hanya berisi bagian tubuh. Hal ini disampaikan Kombes Pol Dr.dr M. Khusnan Marzuki ditemui di Posko DVI RS. Bhayangkara Polda Jatim. Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, dari jumlah 62 kantong jenazah yang diterima tersebut, sebanyak 55 merupakan jenazah utuh. Sedangkan tujuh kantong jenazah berisi potongan atau bagian tubuh korban. Khusnan menyebut, sejauh ini sebanyak 12 jenazah sudah teridentifikasi dan diserahterimakan kepada keluarga. “Total kantong jenazah yang masuk Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya 62. Tentang masalah isinya, ada beberapa bagian tubuh. Body partnya ada tujuh, “ujarnya.

Saat ini, lanjut Khusnan, pihaknya sedang mengidentifikasi 50 jenazah utuh yang tersisa di RS Bhayangkara Surabaya. Sebanyak 57 sampel DNA dikirim ke laboratorium milik Mabes Polri. “Tadi Jam 1 nanti dikirim terakhir. Mudah-mudahan di sana tidak ada pengiriman lagi kantong jenazah,” katanya

Ia menegaskan, tidak ada target waktu pasti untuk selesainya proses identifikasi, karena tingkat kesulitan tiap sampel berbeda-beda. Beberapa kasus identifikasi sebelumnya bahkan membutuhkan waktu hingga dua minggu. “Kalau gampang bisa tiga hari jadi, tapi ada juga yang susah tergantung kondisi sampelnya. Contohnya waktu di Selat Bali, ada yang sampai dua minggu,” terang Khusnan.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan proses identifikasi secepat mungkin agar seluruh korban dapat segera dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Hasil terbaru proses identifikasi akan disampaikan ke publik secepatnya setelah hasil keluar.

Baca Lainnya

Rapimnas I IKAPJ Jadi Momentum Penguatan Jejaring Alumni dan Industri

28 Januari 2026 - 12:51

Rapimnas I IKAPJ Jadi Momentum Penguatan Jejaring Alumni dan Industri

Bupati Subandi Sidak Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Pastikan 14 Februari Rampung

27 Januari 2026 - 19:32

Bupati Subandi Sidak Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Pastikan 14 Februari Rampung

Bupati Sidoarjo Serahkan Pickup dan Stamper ke 18 Kecamatan, Targetkan Jalan Rusak Tuntas Sebelum Lebaran

27 Januari 2026 - 19:30

Bupati Sidoarjo Serahkan Pickup dan Stamper ke 18 Kecamatan, Targetkan Jalan Rusak Tuntas Sebelum Lebaran

Polres Jember Amankan Sejumlah Ranmor Tak Sesuai Spektek Sering Balap Liar

27 Januari 2026 - 10:43

Polres jember amankan sejumlah ranmor
News Trending DAERAH