Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Wamen Komdigi: Digital Talent War Bukan Perang Melawan Mesin

LOGOS TNbadge-check


					Wamemkomdigi Nezar Patria keynote speech dalam forum Digital Talent War di Unika Soegijapranata, Semarang, Kamis (13/11/2025). (Dok. Humas Komdigi) Perbesar

Wamemkomdigi Nezar Patria keynote speech dalam forum Digital Talent War di Unika Soegijapranata, Semarang, Kamis (13/11/2025). (Dok. Humas Komdigi)

SEMARANG, transnews.co.id || Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa arah pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus bertumpu pada kedaulatan teknologi dan kesiapan manusia untuk berkolaborasi dengan mesin.

“Digital talent war bukan perang melawan mesin, tetapi memperebutkan manusia yang mampu berkolaborasi dengan mesin,” tegasnya dalam forum Digital Talent War di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, masa depan ekonomi digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga oleh kesiapan membangun generasi yang memahami nilai, etika, dan daya cipta di era AI.

“Kita harus menemukan titik temu antara otentisitas manusia dan kecerdasan robotik,” tambahnya.

Nezar menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kebijakan sovereign AI atau kedaulatan kecerdasan artifisial yang memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pasar pengguna, tetapi turut menjadi pengembang dan pemilik teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga menyoroti peran perguruan tinggi dan industri dalam mempercepat penciptaan talenta digital.

Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam arus kompetisi global AI.

“Kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah akan menentukan posisi kita di rantai nilai global. Kita ingin generasi muda Indonesia tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga menciptakannya,” kata Nezar

Baca Lainnya

Dukung HPN 2026, Alfamart Kolaborasi Dengan GWI Jember Salurkan Puluhan Bansos Untuk Anak Yatim

6 Maret 2026 - 04:20

Sosialisasi PPL, PLN UIT JBB Tekankan Aspek K3 dan Keselamatan Warga di Sekitar Jalur Transmisi

5 Maret 2026 - 22:39

Dari Boyolali Untuk Indonesia: HKPS dan Munas SWI 2026, Satukan Wartawan Nusantara

5 Maret 2026 - 19:50

Sinergi Hulu ke Hilir: ADKASI Gandeng Kementerian P2MI Benahi Tata Kelola Pekerja Migran

5 Maret 2026 - 19:25

News Trending PERISTIWA