Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warg
SIDOARJO, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mempercepat peningkatan konektivitas jalan antarwilayah, termasuk mengintegrasikan jalan perumahan yang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU)-nya telah diserahkan pengembang kepada pemerintah.
Kamis (29/1/2026) pagi, Pemkab Sidoarjo resmi mengintegrasikan jalan Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo dengan jalan Perumahan Mutiara City Sidoarjo, sekaligus menghubungkannya dengan akses jalan Desa Jati dan Desa Banjarbendo.

Dalam proses tersebut, Pemkab Sidoarjo membongkar pagar yang selama ini menutup akses jalan di Perumahan Mutiara Regency. Pembongkaran dilakukan oleh petugas Satpol PP guna membuka konektivitas jalan yang sebelumnya terhambat.

Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warga
Padahal, akses jalan antarperumahan tersebut sebenarnya sudah terhubung melalui paving yang dibangun pihak Perumahan Mutiara City. Namun keberadaan pagar di Mutiara Regency membuat jalur alternatif itu tidak bisa dimanfaatkan warga.
Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, mengatakan pengintegrasian jalan antarperumahan merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
“PSU Perumahan Mutiara Regency sudah diserahkan kepada Pemkab Sidoarjo sejak tahun 2017. Artinya, seluruh pemanfaatannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, termasuk integrasi jalan antarperumahan,” jelas Bachruni.
Ia menambahkan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga telah memerintahkan Pemkab Sidoarjo untuk melakukan pengintegrasian jalan tersebut melalui surat resmi.
Menurutnya, konektivitas jalan perumahan tidak hanya akan dilakukan di Mutiara Regency dan Mutiara City saja. Jika ditemukan kondisi serupa di kawasan lain, Pemkab akan melakukan langkah yang sama demi memperlancar mobilitas warga.
“Dengan dibukanya akses ini, kepadatan lalu lintas di Jalan Desa Jati bisa terurai. Jalan desa yang lebarnya hanya sekitar empat meter itu selama ini rawan macet dan kecelakaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Sidoarjo, Yany Setyawan, memastikan pihaknya akan menjaga keamanan di lokasi pascapembongkaran pagar.
“Kami tempatkan personel selama 24 jam mulai hari ini. Rencananya penjagaan dilakukan sekitar seminggu sambil memperbaiki bekas pembongkaran agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Warga pun menyambut positif dibukanya konektivitas jalan tersebut. Mereka menilai akses baru itu dapat menjadi jalur alternatif yang mengurangi kemacetan, khususnya di Jalan Desa Jati yang selama ini padat dilalui kendaraan warga Desa Jati, Banjarbendo, dan Perumahan Mutiara City.
“Alhamdulillah sekarang ada jalan alternatif. Semoga macetnya berkurang,” ujar salah seorang warga.











