Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Ujian Kesadaran Kolektif: DLH Jepara Galakkan Sinergi Lintas Sektor untuk Kelestarian ‘Bumi Kartini’

Avatar photobadge-check


					Ujian Kesadaran Kolektif: DLH Jepara Galakkan Sinergi Lintas Sektor untuk Kelestarian 'Bumi Kartini' Perbesar

Ujian Kesadaran Kolektif: DLH Jepara Galakkan Sinergi Lintas Sektor untuk Kelestarian 'Bumi Kartini'

JEPARA, transnews.co.id – Masalah lingkungan hidup di Kabupaten Jepara bukan lagi dipandang sebagai tugas teknis dinas semata, melainkan sebuah ujian bagi kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini, A.P., dalam keterangannya pada Kamis (28/1/2026).

Rini menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam di daerah yang dijuluki Bumi Kartini tersebut.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Jepara, DLH saat ini tengah mematangkan konsep bertajuk “Jepara Menanam di Lahan Kritis”.

Program ini dirancang dengan visi jangka panjang: tidak hanya menanam pohon lalu meninggalkannya, tetapi memastikan bibit yang ditanam tumbuh dan terjaga.

“Bupati berharap tidak hanya sekadar ditanam, tetapi ada yang bertanggung jawab terhadap lahan tersebut dan dilakukan pemantauan secara berkala,” ujar Rini.

Langkah ini mencakup penghijauan di luar kawasan hutan serta koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan di dalam kawasan, seperti Perhutani.

Memasuki musim penghujan, DLH juga memperketat pengawasan terhadap kebersihan aliran sungai.

Tantangan serius yang dihadapi saat ini adalah tumpukan sampah domestik, sedimentasi, hingga pertumbuhan eceng gondok yang masif yang berpotensi memicu banjir.

Sebagai langkah preventif, Bupati telah memerintahkan pendataan titik rawan pembuangan sampah liar untuk dipasangi papan peringatan.

Meski mengedepankan edukasi, pemerintah tetap menyiapkan langkah represif berdasarkan Perda Pengelolaan Sampah.

Pelanggar yang nekat membuang sampah sembarangan terancam sanksi kurungan maksimal 3 bulan atau denda sesuai beratnya kasus.

“Penegakan Perda akan melibatkan Satpol PP. Namun, harapan kami adalah munculnya kesadaran, sehingga tidak perlu sampai ada tindakan hukum,” tambah Rini.

Membangun Kesadaran ‘Organik’ dari Rumah

Lebih jauh, DLH berupaya menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai “kurikulum sosial” di masyarakat.

Beberapa target utamanya adalah pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan tumbler, hingga pemilahan sampah organik dan anorganik dari level rumah tangga.

Untuk menyukseskan visi ini, DLH berencana menggandeng dunia pendidikan mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi melalui tiga strategi utama:

Penguatan Bank Sampah di level desa.

Pengolahan Sampah Organik mandiri yang murah dan praktis.

Optimalisasi Media sebagai sarana edukasi publik.

“Kami ingin membangun kesadaran yang organik, bukan karena terpaksa,” tegas Rini.

Ia juga menambahkan, “Jika sampah organik selesai di rumah masing-masing, beban di hilir akan berkurang drastis.”

Melalui kolaborasi harmonis antara pemerintah desa, akademisi, dan media, Jepara optimis mampu meminimalisir dampak kerusakan lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Baca Lainnya

Puisi, Bahasa Ibu, dan Diplomasi Kultural Tanah Suci karya Halimah Munawir Launching di Kairo

30 Januari 2026 - 10:38

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Libatkan Organisasi Wanita Perkuat Keluarga Tangguh Bencana

29 Januari 2026 - 19:36

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Libatkan Organisasi Wanita Perkuat Keluarga Tangguh Bencana

Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warga

29 Januari 2026 - 19:34

Pemkab Sidoarjo Bongkar Pagar Perumahan, Integrasikan Jalan untuk Urai Kemacetan Warga

YGP Serahkan Bantuan Kaki Palsu Gratis untuk Warga Sukmajaya Depok

29 Januari 2026 - 16:16

YGP Serahkan Bantuan Kaki Palsu Gratis untuk Warga Sukmajaya Depok
News Trending PERISTIWA