Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Direktur LPPHRI: Bupati Tangerang Kurang Peduli Yatim Piatu

LOGOS TNbadge-check

Romo berswafhoto bersama jajaran FKPPl. (Photo-Gri)

Tangerang,transnews- Direktur LPPHRI (Lembaga Pengawas Pelaksana Hukum Republik Indonesia) RM Dorojatun Suryo, saat menghadiri kegiatan Santunan Yatim Piatu yang digagas Komunitas Tali Kasih,di Lapangan Pasar Kemis Kab Tangerang, Rabu (4/9/19) menegaskan, tidak ada perhatian sama sekali kepada anak anak yatim dan piatu dari Bupati dan jajarannya.

“Mana perhatian Bupati? Tak ada. Bahkan jajarannya pun sama sekali tak hadir. Sungguh miris sekali,” tegas Romo.

Di sisi lain, Romo mengucapakan rasa bangga dan salutnya atas perjuangan Komunitas Tali Kasih yang mengadakan acara ini dengan dana swadaya. Bahkan para seniman-senimawati yang mendukung acara datang tanpa bayaran.

” Mereka saja, para pendukung acara ini yang notabene dari kalangan bawah mau peduli,” tuturnya.

Anak yatim-piatu itu,kata Romo, berhak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Bukan seperti yang terjadi selama ini. Masyarakat atau organisasi saja yang lebih berperan.

“Founding Father bangsa ini telah merumuskan dalam UUD 1945 pasal 34 tentang ‘Fakir Miskin dan Anak Terlantar di pelihara Negara’. Kenapa itu dilupakan?” ucapnya.

Karena itu Romo mengajak semua elemen Pemerintah dan masyarakat terkait, yang peduli pada anak yatim-piatu maupun fakir miskin lainnya untuk merapatkan barisan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan.

“Mereka berhak sejahtera dan bahagia. Jangan kita lupakan, mereka generasi penerus bangsa juga,” ujarnya.

Romo menegaskan perlu ada formulasi khusus bagi para anak yatim-piatu, agar mereka dapat merasa mereka bukan anak-anak yang terbuang.

“Pendidikan, kesehatan bahkan kalau perlu berwisata. Mereka para anak yatim-piatu perlu mendapatkan itu semua. Jadi mari kita cari formulasi yang terbaik.”

Di penutup kata, Romo mengatakan LPPHRI dan GIAN Kab. Tangerang siap mengadakan acara santunan anak yatim-piatu dalam waktu dekat. Dan turut mengundang Bupati serta jajaran nya untuk turut hadir. Hal ini pun disetujui Ketua DPD GIAN Kab. Tangerang Harry Sinambela SH.

“Secepatnya kami akan mengadakan acara ini dan bekerjasama dengan pihak Komunitas Tali Kasih. Untuk itu kami akan turut mengundang Bupati,” tandas Harry.

Berdasarkan pantauan Transnews, memang tak ada satupun pihak pemerintah yang datang. Lebih banyak dihadiri oleh masyarakat, paguyuban seniman dan anggota forum FKPPI.

Padahal acara berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 12 malam. Dan sampai jam 19 tak ada satupun Perwakilan pemerintah.(GRI)

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-477 Jepara, Bupati Jepara Ajak Teladani Perjuangan Leluhur

9 April 2026 - 10:06

DPC PROJO Jember Ikut Serta Sukseskan KONFERDA Malang

8 April 2026 - 20:31

Komisi D DPRD Jatim Kawal Alih Status Jalan, Dorong Akses Mataraman Lebih Layak

8 April 2026 - 20:28

Ponpes Ngalah Pasuruan Rawat Toleransi, Buka Ruang Dialog Lintas Agama

8 April 2026 - 19:48

News Trending DAERAH