Bekasi, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pulogadung menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bekasi sebagai bagian dari upaya penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kondisi darurat.
Kegiatan yang melibatkan pegawai dan tenaga alih daya tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta. Dalam simulasi ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai prosedur penanganan keadaan darurat, teknik evakuasi yang aman dan efektif, serta praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan kebakaran.
Berbagai skenario penanganan keadaan darurat disimulasikan secara komprehensif, mulai dari proses pelaporan kejadian, aktivasi sistem tanggap darurat, evakuasi personel menuju titik kumpul, hingga upaya pemadaman awal. Selain itu, tim Damkar turut memberikan edukasi terkait langkah-langkah pencegahan kebakaran serta pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif dalam situasi darurat.

Manager PLN UPT Pulogadung, Rizal Pahlevi, menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi tanggap darurat merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang baik terhadap prosedur keselamatan serta mampu menjalankan perannya secara optimal saat menghadapi kondisi darurat.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap proses bisnis PLN. Melalui simulasi ini, kami berupaya memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, kompetensi, dan respons yang cepat serta tepat dalam menghadapi potensi keadaan darurat sehingga risiko terhadap keselamatan manusia, aset perusahaan, dan lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Rizal.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Investigasi Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Gunawan, mengapresiasi komitmen PLN dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja melalui pelaksanaan simulasi secara berkala.
Menurutnya, latihan yang berkesinambungan merupakan elemen penting dalam membangun kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi kebakaran.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Himmel Sihombing, menegaskan bahwa kesiapan organisasi dalam menghadapi kondisi darurat dibangun melalui pembinaan kompetensi dan latihan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Pelaksanaan simulasi secara rutin merupakan bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan kerja. Melalui latihan yang berkesinambungan, setiap personel akan semakin memahami peran, tanggung jawab, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, respons yang diberikan dapat berlangsung secara cepat, tepat, dan terkoordinasi guna menjaga keselamatan personel, melindungi aset perusahaan, serta memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Himmel.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan budaya K3 secara berkelanjutan sekaligus memperkuat keandalan operasional sistem ketenagalistrikan melalui sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, PLN terus mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh personel terhadap potensi kondisi darurat guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, andal, dan produktif.









