Banten, Transnews.co.id – Menyambut Bulan Kemerdekaan dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) menggelar Kick Off Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perempuan Tangguh Bencana di Aula Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Jumat (31/7).
Program ini menjadi langkah nyata PLN dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan sebagai garda terdepan kesiapsiagaan bencana, khususnya di kawasan Ring 1 aset strategis kelistrikan.
Sebanyak 50 kader perempuan dari Kelurahan Lebakgede mengikuti peluncuran program ini. Para peserta akan dibina secara berkelanjutan agar mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana di lingkungan masing-masing.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBB, Ayuningtyas Prihartini, mengatakan bahwa peluncuran program ini sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia yang tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan, tetapi juga sebagai upaya membangun masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya menghadapi berbagai tantangan.
“Semangat HUT ke-81 Republik Indonesia kami implementasikan melalui penguatan kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan tangguh menghadapi potensi bencana. Program ini kami rancang dengan intervensi yang terukur sehingga mampu memberikan dampak sosial yang berkelanjutan, termasuk menghasilkan Social Return on Investment (SROI) yang ditargetkan di atas angka 2,” ujar Ayuningtyas.
Sementara Champion Srikandi PLN UIT JBB, Fadhliha Azhiima, menjelaskan bahwa Program Perempuan Tangguh Bencana mengintegrasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan penguatan sarana pendukung keselamatan masyarakat.
“Fokus utama kami adalah membekali para perempuan melalui pelatihan dan edukasi yang komprehensif, mulai dari mitigasi prabencana, prosedur evakuasi yang aman saat terjadi bencana, hingga langkah-langkah pemulihan pascabencana. Kami ingin perempuan menjadi motor penggerak yang mampu melindungi keluarga sekaligus mengedukasi lingkungan sekitarnya,” jelas Fadhliha.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PLN UIT JBB juga menyalurkan berbagai sarana penunjang kesiapsiagaan, di antaranya emergency kit, gergaji mesin (chainsaw), handy talky (HT), rompi keselamatan, tempat sampah, perlengkapan dapur umum, serta pembangunan dinding penahan tanah sebagai upaya mitigasi risiko longsor.
“Melalui kombinasi edukasi dan penguatan infrastruktur ini, kami berharap lahir komunitas yang lebih peduli, keluarga yang semakin tangguh, serta masyarakat yang siap menghadapi potensi bencana sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan,” tambahnya.
Pada kesempatan terpisah General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berupaya membangun masyarakat yang tangguh di sekitar aset strategis kelistrikan. Melalui Program Perempuan Tangguh Bencana, kami ingin memperkuat budaya kesiapsiagaan, meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, serta mempererat kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan mewujudkan Indonesia yang semakin tangguh serta berkelanjutan,” ujar Himmel.
Peluncuran program ini turut menjadi wujud kolaborasi multipihak dalam pengurangan risiko bencana. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan BPBD Provinsi Banten Asep Mulya, BPBD Kota Cilegon Faturohman, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Nur Irwantoro, Camat Pulomerak yang diwakili Wandi, Manager PLN UPT Cilegon Eka Annise Ambarani, Lurah Lebakgede Miftahul Kamal, serta para Srikandi PLN UIT JBB.
Melalui sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program Perempuan Tangguh Bencana diharapkan mampu membentuk organisasi masyarakat yang mandiri, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kehadiran program ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan keselamatan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional PLN.









Komentar ditutup.