Jakarta, Transnews.co.id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cawang memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada sekitar 80 siswa dan tenaga pendidik SD Negeri Pisangan Timur 13 Pagi, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan listrik sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, menjaga keselamatan saat berada di dekat jaringan dan aset ketenagalistrikan, serta berbagai hal yang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Edukasi juga diberikan mengenai pentingnya menjaga jarak aman dari tower dan jaringan transmisi. Para siswa diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas seperti bermain layang-layang, menerbangkan drone, memanjat tower, maupun kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Barat, Himmel Sihombing, mengatakan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada anak-anak merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap listrik sejak dini.
“Memberikan edukasi tentang keselamatan listrik sejak dini kepada anak-anak merupakan investasi untuk masa depan. Ketika mereka memahami bahaya listrik dan mengetahui bagaimana menjaga keselamatan, pengetahuan tersebut tidak hanya melindungi diri mereka, tetapi juga dapat membentuk kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” ujar Himmel.
Menurutnya, anak-anak memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan sederhana mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekitar jaringan listrik dapat menjadi kebiasaan baik yang terbawa hingga mereka dewasa.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga dapat menjadi penyampai pesan keselamatan kepada teman dan keluarganya. Dengan kepedulian yang tumbuh sejak dini, kita bersama-sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman,” tambah Himmel.
Manager PLN UPT Cawang, Putut Setiawan, menyampaikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PLN terus memperluas edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda.
“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya menjadi tanggung jawab PLN, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman sederhana kepada para siswa agar mereka mampu mengenali potensi bahaya listrik dan mengetahui cara menjaga keselamatan diri,” ujar Putut.
Ia menambahkan, keberadaan tower dan jaringan transmisi merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan yang harus dijaga bersama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar aset ketenagalistrikan.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Anak-anak juga bisa menjadi agen keselamatan dengan mengingatkan teman maupun orang di sekitarnya untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di dekat jaringan dan tower transmisi,” tambah Putut.
Sementara itu, Sakti Yudha Fadhly, perwakilan guru SD Negeri Pisangan Timur 13 Pagi, mengapresiasi edukasi yang diberikan PLN kepada para siswa. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan listrik sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga penting dikenalkan sejak usia sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena keselamatan listrik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, namun masih banyak hal yang perlu diketahui oleh anak-anak,” ujar Sakti.
Ia berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga para siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu menerapkan perilaku aman dalam kesehariannya.
Melalui kegiatan ini, PLN terus mendorong tumbuhnya budaya keselamatan dan Zero Harm, tidak hanya di lingkungan kerja PLN, tetapi juga di tengah masyarakat.
PLN mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenali potensi bahaya listrik, menjaga jarak aman dari jaringan dan aset ketenagalistrikan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun lingkungan sekitar. Kenali bahayanya, cegah risikonya, dan jadikan keselamatan sebagai budaya bersama.








Komentar ditutup.