Menu ✖

Otomatis

DEPOK

Mengaku Dibohongi Dishub Depok, Bambang Sutopo: Yang Kami Tunggu Bahasan APBD 19,2 Miliar

Avatar photobadge-check

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Bambang Sutopo saat rapat dengan Dishub Depok Perbesar

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Bambang Sutopo saat rapat dengan Dishub Depok

DEPOK, transnews.co.id — Agenda rapat kerja antara Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok pada Jumat (9/10/2026) menuai kekecewaan dari jajaran legislatif.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Bambang Sutopo, menilai pertemuan pada akhir pekan tersebut tidak menyentuh persoalan krusial yang tengah menjadi sorotan publik.

​Bambang Sutopo, yang akrab disapa HBS, mengungkapkan keherananya lantaran materi yang dipaparkan Dishub Depok dalam rapat justru berfokus pada wacana penambahan armada untuk tahun mendatang, ketimbang menjawab isu dugaan pemborosan anggaran daerah.

​”Iya, yang dibahas adalah bantuan atau tambahan armada Biskita Trans Depok untuk tahun depan, padahal bahasan yang kami tunggu adalah tentang APBD 19,2 Miliar yang sedang viral saat ini,” kata HBS kepada halaman.co.id

​Melihat fakta di lapangan, HBS mendesak Dishub Kota Depok untuk bersikap terbuka dan memberikan klarifikasi resmi terkait kejelasan penggunaan APBD bernilai puluhan miliar tersebut.

​”Kami merasa dibohongi setelah mendengar data yang disampaikan. Ternyata yang jadi problem adalah pemborosan APBD oleh Dishub Depok sebanyak 19,2 M itu,” ujar HBS.

​Guna mendalami indikasi kejanggalan pada proyek pengoperasian Biskita Trans Depok tahun anggaran 2026, Komisi C DPRD Kota Depok membuka pintu bagi pihak-pihak yang memiliki bukti valid untuk berkoordinasi langsung.

​”Sepertinya menarik untuk dibahas, jangan sampai kita hanya dikasih kertas untuk tanda tangan tanda menyetujui apa yang sebenarnya dilanggar, bahaya juga fungsi kita kalau begitu,” ujar HBS.

​Kritik terhadap jajaran pimpinan Dishub Kota Depok juga datang dari kalangan masyarakat. Atet Handiyana Sihombing, warga Kalimulya, menilai Plt Kadishub Depok, Aan Syurahman, kerap memberikan tanggapan yang tidak relevan dengan fakta anggaran.

​”Asbun atau asal bunyi itu Plt Kadishub Depok. Dikonfirmasi soal anggaran PL 19,2 Miliar malah dibahas tentang hibah lanjutan trayek baru Biskita Trans Depok. Lihat saja, besok saya informasikan ke pusat itu,” ujar Handiyana.

​Atet menegaskan telah mengantongi dokumen konkret yang mengindikasikan adanya dugaan penyimpangan berupa pengalokasian anggaran untuk personel yang diduga fiktif dalam proyek Biskita Trans Depok.

​”Kita lihat saja, saya ada kok datanya. Pada pengajuan atau DPA terdapat personel yang diduga fiktif dan tetap mendapat bayaran Rp 150 ribu perhari, jumlahnya puluhan orang, tapi ga tau siapa orangnya,” pungkas Handiyana.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bangun Budaya Sadar Keselamatan, PLN UPT Gandul Edukasi Siswa SMPN 17 Depok

9 Okt 2026 - 12:16 WIB

Bangun Budaya Sadar Keselamatan, PLN UPT Gandul Edukasi Siswa SMPN 17 Depok

Sekda Depok Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Penanganan Kesehatan Jiwa

8 Okt 2026 - 19:50 WIB

Sekda Depok Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Penanganan Kesehatan Jiwa

Trans Jatim Koridor 2 Malang Segera Dilaunching, Hubungkan Arjosari – Kepanjen

8 Okt 2026 - 18:40 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Malang Segera Dilaunching, Hubungkan Arjosari – Kepanjen

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Rampung 100 Persen, Siap Tampung 1.000 Siswa

8 Okt 2026 - 18:23 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Rampung 100 Persen, Siap Tampung 1.000 Siswa

Antisipasi Risiko Kerugian Energi, Universitas Pertamina Dorong Pengelolaan Berbasis Aktuaria

8 Okt 2026 - 17:44 WIB

Antisipasi Risiko Kerugian Energi, Universitas Pertamina Dorong Pengelolaan Berbasis Aktuaria

Jelang HUT ke-81 Jatim, Pemprov Salurkan Bansos Rp9,8 Miliar untuk Warga Magetan 

7 Okt 2026 - 18:37 WIB

Jelang HUT ke-81 Jatim, Pemprov Salurkan Bansos Rp9,8 Miliar untuk Warga Magetan 
Trending di PERISTIWA