JEPARA, transnews.co.id – Yayasan Makutha Rama Jungpara menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 yang dirangkai dengan agenda tahunan, Kegiatan yang berlangsung di markas yayasan, Desa Bandengan RT 15/RW 05, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen dalam melestarikan seni dan budaya tradisional, Sabtu (10/10/2026).
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan refleksi diri sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan yayasan selama tiga tahun. Suasana khidmat semakin terasa dengan prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi simbol kebersamaan dan harapan agar yayasan terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Yayasan Makutha Rama Jungpara, Wisnu Aji Pratama, menjadi salah satu sosok yang turut menggerakkan semangat generasi muda dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kebudayaan. Kepemimpinan dan semangatnya diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemuda dalam melestarikan warisan budaya lokal.
Memasuki puncak acara, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang melibatkan para pelaku seni lokal. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk mempertahankan eksistensi seni pedalangan di tengah perkembangan zaman.
Hal menarik dalam pergelaran tersebut adalah penampilan sejumlah dalang cilik berbakat. Kehadiran mereka menjadi gambaran tumbuhnya regenerasi seniman pedalangan sekaligus memberikan harapan bagi keberlanjutan kesenian tradisional di Kabupaten Jepara.
Pendiri Yayasan Makutha Rama, Ki Hadi Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang terus dipertahankan. Menurutnya, peringatan harlah tidak sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan juga sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga keberadaan kesenian tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, yayasan berupaya membuktikan bahwa seni karawitan, tari tradisional, dan pedalangan masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern. Pelestarian budaya dinilai membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dari kalangan generasi muda sebagai penerus tradisi.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perangkat Desa Bandengan, para pegiat seni, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan rangkaian kegiatan. Kehadiran masyarakat sejak sore hari turut menambah semarak perayaan hari jadi yayasan tersebut.
Melalui peringatan Harlah ke-3 ini, Yayasan Makutha Rama Jungpara berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan seni dan budaya sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Jepara yang mencintai, menjaga, dan bangga terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.












Komentar ditutup.