Banten, Transnews.co.id — Dalam semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan melalui kegiatan Simulasi Huru-Hara dan Penjinakan Bom (JIBOM).
Mengusung tema “Siaga Menghadapi Risiko, Tangguh Menjaga Keandalan”, kegiatan ini melibatkan pegawai dan Satuan Pengamanan (Satpam) PLN serta bersinergi dengan unsur TNI dan Polri. Simulasi ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keamanan lingkungan kerja dan mengganggu operasional aset ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa keamanan aset transmisi merupakan aspek penting dalam menjaga keberlangsungan penyaluran tenaga listrik kepada masyarakat. Berbagai potensi ancaman dan gangguan perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan personel, penguatan sistem pengamanan, serta kolaborasi dengan aparat keamanan.
“PLN berkomitmen menjaga keamanan seluruh aset transmisi yang dikelola di wilayah kerja UIT JBB dari berbagai potensi ancaman dan bahaya yang dapat mengganggu operasional maupun keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. Karena itu, kesiapsiagaan dan sinergi dengan TNI dan Polri menjadi hal yang sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terukur. Dengan aset yang aman, kami dapat terus menjaga keandalan penyaluran listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Himmel.
Manager PLN UPT Cilegon, Eka Annise Ambarani, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan personel sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi kondisi darurat. Koordinasi, komunikasi, dan respons yang tepat menjadi kunci agar penanganan potensi gangguan dapat dilakukan secara terarah, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan aset ketenagalistrikan,” ungkap Eka.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan dan mengikuti simulasi penanganan situasi huru-hara serta ancaman bom di lingkungan objek vital ketenagalistrikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai prosedur pengamanan area, koordinasi antarpersonel, serta langkah respons yang tepat sesuai dengan peran masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.
Bagi PLN, menjaga keandalan listrik tidak hanya dilakukan melalui pemeliharaan dan penguatan sistem ketenagalistrikan, tetapi juga melalui upaya perlindungan aset dan peningkatan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai risiko keamanan.
Melalui kegiatan ini, PLN UIT JBB terus memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman serta menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat.









Komentar ditutup.