Depok, Transnews.co.id – Mengenal sistem ketenagalistrikan secara langsung menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Hal inilah yang diperoleh 48 mahasiswa Teknik Elektro Universitas Sriwijaya saat mengunjungi PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Gandul.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kegiatan ini menjadi salah satu upaya PLN UIT JBB mendukung pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya di bidang ketenagalistrikan. Melalui pemaparan materi dan kunjungan lapangan, mahasiswa diajak memahami bagaimana sistem transmisi berperan menyalurkan energi listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan.
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui kesungguhan generasi muda dalam belajar, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi bangsa sesuai bidang keahliannya.
“Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Bagi mahasiswa Teknik Elektro, salah satu bentuk kontribusinya adalah terus memperkuat pengetahuan dan kemampuan di bidang ketenagalistrikan. Melalui kegiatan ini, PLN UIT JBB ingin berbagi pengalaman sekaligus memberikan gambaran nyata tentang penerapan ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi,” ujar Himmel.
Rombongan Universitas Sriwijaya diterima oleh Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul, Akhmad Fauzan, bersama Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIT JBB, Gita Kurniawan Ginting. Dosen Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, Robi Prasetio, turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Dalam paparan Assistant Manager Pengendalian Pemeliharaan Gardu Induk (GI) dan Gas Insulated Substation (GIS), Cosa Pamungkas Prabaswara, menjelaskan proses penyaluran tenaga listrik dari pembangkit melalui jaringan transmisi hingga diteruskan ke sistem distribusi untuk digunakan pelanggan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan fungsi gardu induk dan jaringan transmisi dalam menjaga keandalan serta kontinuitas pasokan listrik.
Selain memahami alur penyaluran listrik, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pemeliharaan instalasi transmisi, termasuk pemeriksaan rutin, pemantauan kondisi peralatan, serta pengujian dan evaluasi hasil pemeliharaan.
Melalui penjelasan tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa keandalan listrik tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang memadai, tetapi juga pada pemeriksaan dan pemeliharaan aset secara berkelanjutan.
Pembelajaran dilanjutkan dengan kunjungan ke GITET 500 kV Gandul. Assistant Manager Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keamanan, Juli Setiawan, mendampingi mahasiswa untuk mengenal lingkungan instalasi tegangan ekstra tinggi sekaligus memahami pentingnya keselamatan saat berada di area operasional ketenagalistrikan.
Himmel menambahkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan perlu diiringi dengan kedisiplinan dan kesadaran terhadap keselamatan kerja agar generasi muda siap menghadapi tantangan di dunia profesional.
“Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Di sektor ketenagalistrikan, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan disiplin dan budaya keselamatan. PLN UIT JBB ingin turut mendukung lahirnya generasi muda yang kompeten, peduli, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan bangsa,” tutup Himmel.








Komentar ditutup.