Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Gerakan Masyarakat Bela Negara Rakyat Indonesia Mengutuk Keras Penyerangan Wiranto

LOGOS TNbadge-check

Tangerang, Transnews – Tragedi Penusukan yang dialami Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Dr. H. Wiranto SH Kamis siang (10/10/19) di Menes Pandeglang membuat geram banyak orang.

Selain Wiranto yang saat ini menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto dengan luka tusuk di perut, masih ada 2 korban lainnya. Selain Wiranto tercatat Kapolsek Menes Kompol Dariyanto SH yang terluka di punggung, ada juga Fuad yang terkena di dada kiri bagian atas.

Akibat kejadian ini, banyak pihak yang merasa geram serta meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini.

Geram karena begitu ganas dan beraninya pelaku menyerang seorang pejabat negara. Heran sebab pengawalan dan pengawasan yang longgar demi keamanan Wiranto, walau tersiar kabar Wiranto sendiri yang meminta penjagaan tak harus mengikuti protokoler biasanya.

Tak luput Gerakan Masyarakat Bela Negara Rakyat Indonesia (GMBN-RI), melalui Ketua Umum Tafwit Syam, yang ditemui di Sekretariat Pimpinan Pusat bersama pengurus lainnya mengutuk keras pelaku dan meminta kepolisian secepatnya mengusut tuntas peristiwa memalukan bagi negeri ini.

“Polisi dan aparat terkait lainnya harus secepatnya mengurai kasus ini. Tak harus berhenti di kedua pelaku saja, usut tuntas dan jika ditemukan ada yang ikut bermain, kejar dan tangkap!” seru Tafwit lantang.

Hampir senada dengan Ketua Umum GMBN-RI, Sekretaris Umum GMBN-RI Satrio Djojojanto MBA mengatakan walau belum diketahui pasti apa motif pelaku dan apakah pelaku terkait jaringan terorisme, GMBN-RI selain mengutuk keras sekali lagi mengingatkan kepolisian segera melakukan tindakan lebih jauh.

“Peristiwa ini sungguh biadab! Pelaku harus dihukum seberat-beratnya dan motif pelaku harus dikorek lebih jauh,” tandas Satrio.

Arief Eko Perwakilan Banten untuk Transnews yang kebetulan saat itu juga berada di Sekretariat GMBN-RI, mengatakan dirinya secara pribadi dan mewakili segenap wartawan media online Transnews perwakilan Banten, sangat mengutuk keras tragedi mengerikan dan memalukan ini.

“Mengerikan dan memalukan, pelaku tanpa bisa dicegah muncul dari belakang dan menusuk Wiranto tanpa bisa dicegah sama sekali,” ucap Arief Eko.

Arief Eko menambahkan, jika dalam pengusutan motif pelaku oleh kepolisian dan didapati bahwa kedua pelaku merupakan anggota dari kelompok teroris, maka kepolisian dan TNI harus bekerja sama menumpas kelompok tersebut.

“Pilar pertahanan negara harus segera bertindak, jika terbukti kedua pelaku bagian dari kelompok teroris. Jangan dibiarkan mereka kuat, karena kejadian ini bisa saja terulang kembali dengan korban dan pelaku berbeda,” tandas Arief Eko.

Sebagai penutup, sekali lagi Tafwit Syam mendukung penuh apapun tindakan yang akan dilakukan TNI-POLRI, jika memang kelompok radikal yang menjadi otak tragedi Kamis ini.(Agry)

Baca Lainnya

Diskominfo Jatim Serahkan SK Purna Tugas dan Kenaikan Pangkat ASN

6 April 2026 - 17:14

Pemprov Jatim Gelar Ajang Talenta Prestasi Murid 2026, Dorong Lahirnya Generasi Unggul

6 April 2026 - 17:11

Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan Dimulai 6 April 2026, Lalu Lintas Dialihkan

5 April 2026 - 20:28

Aspidum Kejati Jatim Dicopot, Kejagung Lakukan Pemeriksaan Internal

4 April 2026 - 07:57

News Trending DAERAH