Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Bambang Sutopo: Ditengah Keterbatasan Lahan, Lahir Wajah Baru Petani Perkotaan yang Tangguh

Avatar photobadge-check


					Saat pemberian bantuan alat2 pertanian, kelompok 2 Tani di kota Depok Perbesar

Saat pemberian bantuan alat2 pertanian, kelompok 2 Tani di kota Depok

DEPOK, transnews.co.id – Dalam refleksi Hari Tani Nasional 2025 yang diperingati setiap 24 September, H. Bambang Sutopo (HBS) menyebut tema tahun ini, “Petani Tangguh, Indonesia Tumbuh”, menjadi pengingat bahwa keberlangsungan bangsa bergantung pada ketangguhan petani dalam menyediakan pangan.

Politisi senior PKS itu juga menegaskan bahwa Hari Tani Nasional tidak hanya relevan bagi daerah agraris, tetapi juga penting bagi Kota-kota urban seperti Depok.

“Meski Depok dikenal sebagai kota pendidikan, perdagangan, dan permukiman padat, semangat Hari Tani tetap relevan. Justru di tengah keterbatasan lahan, lahir wajah baru petani perkotaan yang tangguh,” ujar HBS, Selasa (24/09/2025).

Menurut anggota DPRD Kota Depok ini, urban farming menjadi jawaban atas keterbatasan lahan di kota. Banyak warga Depok yang kini menanam cabai, tomat, bayam, hingga kangkung di pekarangan rumah dan polybag.

Di sekolah-sekolah mulai tumbuh kebun edukasi, sementara generasi muda mencoba inovasi seperti pertanian organik, hidroponik, hingga pemasaran hasil panen melalui platform digital.

“Mereka mungkin tidak lagi menggunakan cangkul di sawah, tetapi tetap menjalankan fungsi mulia seorang petani, memberi makan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Tantangan Pertanian Perkotaan

Meski menunjukkan perkembangan positif, HBS mengingatkan sejumlah tantangan serius:

Penyusutan lahan hijau akibat alih fungsi menjadi permukiman dan pusat bisnis.

Rendahnya kesadaran masyarakat bahwa bertani juga penting di perkotaan.

Kurangnya dukungan kebijakan yang berpihak pada pengembangan kelompok tani kota.

“Tanpa dukungan pemerintah daerah dalam hal pelatihan, akses bibit, dan pemberdayaan, sulit bagi petani perkotaan berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

HBS menegaskan, Hari Tani Nasional harus dijadikan momentum refleksi semua pihak. Pemerintah daerah perlu melindungi ruang hijau dan mendukung inovasi pertanian perkotaan. Masyarakat diharapkan membiasakan budaya menanam di rumah, sementara generasi muda harus berani membawa pertanian ke masa depan dengan riset dan teknologi digital.

“Depok bisa menjadi contoh kota hijau yang tangguh. Petani tangguh bukan hanya mereka yang punya sawah luas, melainkan juga warga yang menanam cabai di teras rumah atau memelihara ikan di kolam kecil. Semua itu bagian dari kontribusi menjaga ketahanan pangan,” ujar HBS.

Lebih jauh, HBS menegaskan bahwa urbanisasi tidak boleh memutus hubungan manusia dengan tanah. Justru, integrasi pertanian kota dalam pembangunan dapat menjadikan Depok lebih hijau, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan krisis pangan.

“Hari Tani Nasional di Depok membuktikan bahwa bertani bukan soal luasnya lahan, melainkan semangat menjaga kehidupan. Dari petani tangguh di perkotaan, kita percaya Indonesia akan terus tumbuh,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Guncang Madiun! Wali Kota Maidi Terjaring OTT KPK

19 Januari 2026 - 18:15

Foto: Maidi, Walikota Madiun

Bupati Subandi Hadiri Haul Masyayikh Al-Khoziny, Doakan Syuhada dan Perkuat Ukhuwah di Sidoarjo 

18 Januari 2026 - 19:28

Bupati Subandi Hadiri Haul Masyayikh Al-Khoziny, Doakan Syuhada dan Perkuat Ukhuwah di Sidoarjo 

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 

18 Januari 2026 - 01:11

Cegah Bentrok Antar Perguruan Silat, Polisi Amankan 18 Pemuda di Kedungdoro 

Gus Ipul Tegaskan, Sekolah Rakyat Instrumen Negara Lawan Kemiskinan 

18 Januari 2026 - 01:08

Gus Ipul Tegaskan, Sekolah Rakyat Instrumen Negara Lawan Kemiskinan 
News Trending PENDIDIKAN