SIDOARJO, transnews.co.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas dukungan dan kerja sama dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada peristiwa runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, beberapa waktu lalu.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M., kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn., di Kantor Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Senin (16/3/2026).
Bupati Subandi menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, apresiasi dari Basarnas tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam menangani musibah yang terjadi di masyarakat.

“Terima kasih atas kerja sama, bantuan, dan kebersamaan dalam menolong para korban. Tanpa kolaborasi yang baik, penanganan musibah tersebut tidak akan bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Subandi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi penanganan bencana tidak lepas dari kekompakan berbagai pihak yang terlibat, termasuk Basarnas dan unsur penanganan darurat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga menyampaikan bahwa salah satu pekerjaan rumah yang masih dihadapi Pemkab Sidoarjo adalah penanganan banjir di wilayah timur Sidoarjo.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mengurangi dampak banjir dengan membangun rumah pompa di sejumlah titik rawan.
“Jika sewaktu-waktu terjadi banjir akibat hujan atau air pasang, tidak menutup kemungkinan bantuan Basarnas juga diperlukan, misalnya untuk membantu evakuasi warga terdampak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Surabaya Nanang Sigit mengatakan kunjungannya ke Kabupaten Sidoarjo selain untuk menyerahkan penghargaan juga sebagai ajang silaturahmi dengan pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan salam dari Kepala Basarnas RI kepada Bupati Sidoarjo sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemkab Sidoarjo dalam operasi penyelamatan korban runtuhnya bangunan di Ponpes Al-Khoziny.
“Tanpa bantuan dan kerja sama maksimal dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, penanganan kejadian tersebut tidak akan mudah dan cepat teratasi,” ujar Nanang.












