Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

NASIONAL

Baznas & OVO Dirikan KTB di Kab. Lebak dan Pandeglang

LOGOS TNbadge-check
JAKARTA, transnews.co.id |Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama OVO mendirikan dan mengembangkan Kampung Tanggap Bencana (KTB) di provinsi Banten.

Ada tiga titik KTB yang didirikan yaitu Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping; Desa Ciladeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak; dan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB), Dian Aditya Mandana Putri mengatakan dengan didirikan KTB di tiga titik di Banten, kini Baznas memiliki 16 KTB di Indonesia, antara lain di provinsi Riau, Sulawesi Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB, hingga Papua.

Dian menjelaskan, Tim BTB dari Baznas Pusat dan Baznas Provinsi secara aktif akan mendampingi masyarakat di Kampung Tanggap Bencana hingga dapat mandiri dalam program mitigasi ini.

“Kampung Tanggap Bencana nantinya akan memiliki Kelompok Kerja Tanggap Darurat, kemudian membagi tugas tanggap darurat serta, menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul sementara. Beberapa Kampung Tanggap Bencana yang telah dibentuk sebelumnya bahkan telah memeiliki tabungan sosial dan melakukan simulasi bencana secara rutin,” jelas Dian di Kantor Baznas Pusat, Menteng, Jakarta, Jumat.(23/8/2019).

Sementara itu, Ahmad Fikri selaku Kadiv Pendistribusian Baznas, mengungkapkan Kampung Tanggap Bencana didirikan untuk mewujudkan kampung yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

“Kampung Tanggap Bencana didirikan untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak, melalui adaptasi,” katanya.

Head of Public Relations OVO, Sinta Setyaningsih mengungkapkan pihaknya sebagai platform pembayaran digital terdepan di Indonesia sangat peduli akan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah rawan bencana.

“Dalam program Kampung Tanggap Bencana ini, OVO bersama dengan para pengguna berhasil mengumpulkan Rp500 juta yang dimanfaatkan dalam program pencegahan bencana oleh masyarakat di Banten,” tutur Sinta. -RP/KI

Baca Lainnya

Bupati Subandi Sosialisasi Perbup Baru, Anggaran Desa Jangan Disalahgunakan

5 Maret 2026 - 03:57

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

4 Maret 2026 - 22:42

Rem Blong, Truk Box Tabrak 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen

4 Maret 2026 - 14:59

Perumda Kahuripan Pastikan Layanan Air Bersih Selama Cuti Bersama Idul Fitri

4 Maret 2026 - 04:39

News Trending PERISTIWA