Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

BRI Rebrandring Logo Baru, Perluas Segmen ke Kalangan Muda

Avatar photobadge-check

Jakarta, Transnews.co.id – Di usia yang tak lagi muda, menginjak 130 tahun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) rebranding atau memperbarui citra dan identitas visual.

Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan nasabah, tidak hanya identik pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta masyarakat pedesaan, namun juga hadir untuk masyarakat perkotaan hingga korporasi besar.

“Keputusan ini mengacu kepada hasil riset Nielsen, Kantar, dan Kadence, bahwa BRI dinilai perlu melakukan rebranding korporasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Pimpinan Cabang BRI Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Hasil riset tersebut pertama adalah BRI terlalu bergantung pada citra kerakyatan sehingga muncul persepsi tua di kalangan segmen urban dan anak muda. Selain itu, layanan digital yang diberikan ke publik belum dianggap aspirasi dan menarik.

“Koneksi emosional dengan brand masih lemah, kemudian identitas brand belum selaras dengan ekspektasi gen Z, terjadi ketidakselarasan sistematik di berbagai sub brand, brand architecture tidak konsisten dan terstruktur, dan yang terakhir adalah less consider di segmen urban,” kata Marco.

Marco menuturkan, perubahan citra ini diharapkan agar persepsi masyarakat terhadap BRI tidak hanya melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, namun BRI bisa menjadi bank untuk semua orang atau universal.

“Secara lebih luas itu kita ingin menjadi bank yang universal, lebih modern, lebih inklusif, lebih dekat dengan milenial. Kemudian kita memperluas jangkauan kita tidak hanya kuat di pedesaan, tapi juga kita kuat di urban. Tidak hanya kuat melayani rakyat jelata, tapi juga melayani rakyat jelita,” ungkapnya.

Meski begitu, BRI tidak akan melepaskan fokus atau bisnis utama (core business) di sektor UMKM. Saat ini, porsi nasabah UMKM perusahaan mencapai sekitar 60 persen. Ke depan, porsi ini ditargetkan menurun, namun tetap mayoritas.
“Mungkin kita nanti akan jaga di level antara 40-50 persen. Sementara yang lain segmen lain bertumbuh, kita akan keep di situ. Jadi tetap saja BRI itu adalah bank UMKM, semua program pemerintah ada di BRI mulai dari Makan Bergizi Gratis, 3 juta rumah, Koperasi Desa Merah Putih, termasuk penyaluran KUR,” tegasnya.

Adapun pembaharuan dalam identitas BRI pertama dari sisi logo. Perusahaan mengubah visual palet warna, dari awalnya Biru BRI menjadi Biru Nusantara. Warna biru akan tetap menjadi inti identitas BRI, namun diperkaya dengan palet biru sekunder untuk merefleksikan nilai-nilai progresif dan customer centric, meliputi Biru Nusantara, Biru Mentari, dan Biru Cakrawala.

Selain itu, perusahaan juga menyusun arsitektur brand yang lebih terstruktur dan terstandardisasi yang membuat seluruh brand lebih jelas dan mudah dinavigasi.

“Perubahan ini mencakup desain poster dan banner serta kartu baik itu kartu debit basic dan gold, Tabungan Junio, prioritas, private, hingga Brizzi,” tutupnya.

Baca Lainnya

Baru Seumur Jagung, Edmond Johan Dikabarkan Diberhentikan sebagai Plt/Pjs Ketua Kadin Kota Depok

26 Februari 2026 - 23:15

PLN Lakukan Perbaikan Pentanahan pada Jaringan Transmisi 150.000 Volt

25 Februari 2026 - 17:36

BRI Bogor Dewi Sartika Hadir di IPB Career Days

25 Februari 2026 - 10:51

PLN UIT JBB Gelar Refreshment K2/K3 untuk Perkuat Budaya Keselamatan dan Wujudkan Zero Accident

24 Februari 2026 - 23:44

News Trending DEPOK