Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

EKBIS

Brownies Dan Puding Ubi Madu Tasikmalaya Masuk Pasar Bali

LOGOS TNbadge-check

Tasikmalaya, Transnews-Diawali dengan kelompok Tani yang mengembangkan tanaman ubi jalar yang tergabung dalam kelompok Media Usaha Berkaya,di daerah Cigalontang, dibuatlah Komposisi panganan modern khas Tasikmalaya yang berbahan dasar dari tanaman Ubi rasa madu.

Inisiator pengembangan dan Riset brownies dan Puding Ubi Madu,Wawan Herdiawan, saat dikunjungi Transnews, di kediamannya, Sabtu sore (12/7/2019) dibilangan Cigalontang, Tasikmalaya, menjelaskan munculnya ide menciptakan brownies dan Puding Ubi Rasa Madu makanan khas Tasikmalaya,sejak Dua tahun lalu.

” Setelah melakukan Riset Hampir satu tahun dengan berbagai Komposisi Dan ramuan karya dan idea sendiri, maka terciptalah hasilnya,brownis dan Puding Ubi madu, ” Ujar Wawan mengungkapkan.

Baru baru ini, Kata Wawan, produk brownies,puding Ubi madu, Dan tepung Ubi, diipamerkan dalam produk kerajinan di Dinas Indag dan Dinas Pertanian kabupaten Tasikmalaya, respon masyarakat dan pemerintah sangat respon terkait produk Ubi madu. Bahkan sejumlah pesanan mengalir hingga ke Provinsi bali.

” Alhamdulikah, mereka mendukung dan sangat respon untuk dikembangkan. Dalam waktu dekat kita segera akan patenkan, kemudian segera produksi, untuk memenuhi pesanan,” Ujar Wawan Lagi.

Disingung soal jumlah pesanan hingga ke Provinsi Bali, Wawan menjelaskan, tahap awal Bali memesan 10 ribu dus brownies dan Puding ubi termasuk tepung sebagai bahannya. Sedangkan bahan baku ubi, dirinya sudah memiliki kelompok tani dengan area lebih dari 30 hektare.

” Untuk bahan baku, kita Tidak kesulitan. Tetapi ada kendala lain seperti, permesinan, open dan biaya lain yang cukup besar. Makanya kita gandeng Pemerintan agar bisa membantu kendala tersebut,” Tuturnya.

Wawan menandaskan, untuk memenuhi kebutuhan pesanan lokal, tiap minggu kita produksi sekitar 5 ribu dus yang pemasarannya sekitar pasar tradisional dan warung serta toko oleh oleh terdekat.

” Soal harga terjangkau, untuk Puding dan Brownies harga berkisar mulai 3 ribu, hingga 15 ribu rupiah,per dusnya, ” Pungkasnya . (Hilmansyah/WH)

Puding Ubi Madu Khas Tasikmalaya. (Ist)

Brownies Ubi Madu. (Ist)

)

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Passca Ledakan di Masjid Jember, Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa

18 Maret 2026 - 05:53

Salurkan Bantuan Kursi Roda, YGP Beri Semangat Baru Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:47

News Trending DEPOK