Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Buntut Viral Video Obok Obok Kades, SWI Jabar Desak Apdesi Kab. Sukabumi Klarifikasi dan Minta Ma’af

LOGOS TNbadge-check


					Buntut Viral Video Obok Obok Kades, SWI Jabar Desak Apdesi Kab. Sukabumi Klarifikasi dan Minta Ma’af Perbesar

Bandung, TransNews.co.id-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Jawa Barat, menyayangkan atas pernyataan sikap Apdesi Kabupaten Sukabumi yang akan melawan LSM dan Media yang selalu mengobok obok (Mengusik) kepala Desa.

Hal itu ditegaskan Ketua DPW SWi Jawa Barat Anasrudin Asbuy S.Sos di Kantor Sekretariat DPW SWI bilangan Ujungberung Bandung, Rabu (25/11/2020).

Menurut Anas,dalam pernyataan sikap tersebut Apdesi Kab Sukabumi seharusnya mengunakan kata oknum LSM dan Oknum Media jangan mengenelalisir.

Hal itu bisa menimbulkan persepsi buruk dikalangan LSM dan Media,sebab merasa disamaratakan antara oknum dan yang benar benar LSM dan Media yang tidak pernah mengusik mereka.

“Ini perlu diklarifikasi agar Apdesi Kab Sukabumi meluruskan dan meminta maaf atas pernyataanya itu,”terang Anas.

Anas yang juga Redaktur Pelaksana Media Online TransNews.co.id ini menjelaskan, Profesi wartawan dalam bekerja meliput berita dilindungi UU Pokok Pers No 40 tahun 1999, berhak meminta, mencari dan menyiarkan hasil liputannya ke publik dengan kaidah kode etik wartawan.

“Jadi Media dan LSM mana yang dimaksud dalam pernyataan Apdesi itu? Jangan samaratakan lah,” ujar Anas.

Atas pernyataan sikap Apdesi itu, kata Anas, SWI DPW Jabar mendesak agar Apdesi Kab Sukabumi mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan itu sebelum menjadi blunder ke mana mana.

“Segera klarifikasi dan meminta maaf sebelum terlambat, sebab sudah banyak baik perorangan maupun organisasi wartawan merasa terlukai atas pernyataan sikap itu,”saran Anas.

Selain mendesak permohonan maaf, SWI juga meminta Kapolres Kab Sukabumi memproses dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) karena dalam menyampaikan sikap Apdesi berkerumun dan tidak memberi contoh yang baik.

Untuk diketahui, sambung Anas, Pers /media adalah kontrol sosial mitra kerja pemerintah dan sebagai pilar kekuatan ke 4 dalam membangun bangsa. “Jadi jika bersih kenapa juga risih,”tandasnya. (Aks) Editor:Asp

Baca Lainnya

Perkuat Soliditas Organisasi, H. Muhamad Sholeh Resmi Pimpin DPD Projo Jawa Timur 2026-2031

12 April 2026 - 18:35

CFD Sidoarjo Kembali Digelar, Layanan Publik dan UMKM Diserbu Warga

12 April 2026 - 18:25

Pemkab Sumenep Hadirkan Internet Satelit Starlink di Pulau Raas, Dorong Layanan Pajak Digital

12 April 2026 - 18:22

Halal Bihalal DPD Partai NasDem Jember Dari Silaturahmi ke Tekad Besar Mewujudkan Perubahan Nyata

12 April 2026 - 12:59

News Trending DAERAH