Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Di Karawang Satu Ibu Hamil Positif Corona

LOGOS TNbadge-check

Karawang, Transnews.co.id- Karena di Kabupaten Karawang sudah ada 1 ibu hamil yang terinfeksi virus corona, maka dihimbau kepada para ibu hamil untuk waspada dari virus corona.

Hai itu ditegaskan oleh Jubir Gugus Covid-19 Kab Karawang, dr Fitra Hergyana Sp.KK melalui keterangan Persnya  di Makodim Karawang,Kamis (2/7/2020).

Menurut Fitra, Ibu hamil sebagai populasi yang berisiko dipercaya akan menjadi kelompok yang lebih rentan terinfeksi dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Meskipun sampai saat ini belum ada bukti laporan transmisi vertikal dari ibu ke janin.

“Kita akan tetap memantau perkembangan keilmuan dampak infeksi COVID-19 pada ibu hamil risiko transmisi vertikal kepada janin, dan penanganan yang evidence-based pada saat kehamilan, persalinan, masa nifas, dan menyusui,” ujar Fitra.

Fitra mengatakan,adapun penanganan kasus positif Covid-19 pada ibu hamil di Kabupaten Karawang, dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Penanganan ibu hamil sedikit berbeda dengan pasien lain pada umumnya. Untuk penanganan pasien hamil,”ungkapnya.

Dijelaskan Fitra, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia untuk mempersiapkan para dokter spesialis.
Dokter spesialis kandungan, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis kulit dan kelamin serta spesialis lainnya sudah disiapkan merujuk pada kebutuhan pasien.

“Tak hanya itu, kebutuhan vitamin, gizi dan obat-obatan juga diberikan dengan baik kepada pasien,” katanya.

Sampai saat ini, kata Fitra,pengetahuan tentang infeksi COVID-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan COVID-19.

Berdasarkan data yang terbatas tersebut dan beberapa contoh kasus pada penanganan Coronavirus sebelumnya (SARS-CoV dan MERS-CoV) dan beberapa kasus COVID-19, dipercaya bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum.

“Oleh karena itu, Gugus Tugas menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama kepada para ibu hamil, bersalin dan nifas agar tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan pola hidup bersih sehat, menjalankan protokol kesehatan, dan menghindari kerumunan,”pungkas Fitra(Wahyu/HMs) Editor:Nas


Baca Lainnya

Perumda Kahuripan Pastikan Layanan Air Bersih Selama Cuti Bersama Idul Fitri

4 Maret 2026 - 04:39

Rumah Warga Sedati Diterjang Puting Beliung, Subandi Turun Tangan: Atap Diperbaiki, Anak Korban Diberi Beasiswa

4 Maret 2026 - 03:59

Tinjau TPST Desa Gede, Subandi: Pengelolaan Sampah Bisa Tekan Pengangguran

4 Maret 2026 - 03:56

Kominfo Jatim Gandeng Universitas Dinamika Surabaya, Genjot Talenta Digital dan Keamanan Informasi

3 Maret 2026 - 19:14

News Trending DAERAH