Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Diduga Depresi, Pemuda Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

LOGOS TNbadge-check


					Diduga Depresi, Pemuda Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri Perbesar

Kediri, TransNews.co.id – Diduga depresi, S warga Dusun Joho Rt 05 RW 01 Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur ini nekad mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

Menurut Kapolsek Ngasem Iptu Hidayat Saroso kepada wartawan, Selasa (12/10/2021) mengatakan S usia 31 tahun gantung diri dengan menggunakan tali kain warna ungu dan putih panjang sekitar 2 meter yang diikat di tiang ruang kamar rumahnya pada Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.” Korban ditemukan gantung diri oleh ayahnya di tiang ruang kamar rumahnya pada Selasa 12 Oktober 2021 pukul 18.00 WIB.”

Iptu Hidayat Saroso menjelaskan kronologi awal mula ditemukanya S yang gantung diri ini , pertama kali yang mengetahui adalah ayah korban yang pulang habis bekerja dan melihat rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, dan korban dipanggil – panggil namun tidak menjawab.

Lalu ayah korban akhirnya mendobrak pintu rumah, dan melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa gantung diri di kamarnya” Selanjutnya ayah korban menghubungi tetangganya dan ketua RT setempat, setelah itu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngasem,” ujarnya.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara ( TKP ).

Informasi yang dihimpun kepolisian dari pihak keluarga menyebutkan, korban melakukan aksi nekatnya karna diduga depresi, mengalami tekanan masalah pribad alias depresi dan korban belum menikah” Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh team Identifikasi Polres Kediri dan petugas Puskesmas Ngasem, serta disaksikan pihak keluarga korban, perangkat desa, para tetangga dan tokoh masyarakat ( tomas ) setempat, tidak diketemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.”

Pihak keluarga korban ikhlas menerima dan tidak menuntut secara hukum di kemudian hari serta menolak untuk dilakukan otopsi, dibuatkan surat pernyataan, selanjutnya korban diserahkan kepada keluarganya disaksikan perangkat desa dan para tetangga. (Rudy Priyono.)

Baca Lainnya

Bupati Subandi Optimalkan Layanan Digitalisasi: Target PAD Rp 642 Miliar, UMKM dan Perbaikan Jalan Dikebut

30 Maret 2026 - 18:35

Kepengurusan DPD LBH CCI Sidoarjo Resmi Dibekukan 

30 Maret 2026 - 18:33

Pergerakan Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Polres Jember Gelar KRYD

30 Maret 2026 - 10:02

Khofifah Turun Langsung Tinjau Banjir di Pasuruan, Bawa Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

30 Maret 2026 - 07:47

News Trending DAERAH