ACEH, transnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengapresiasi kontribusi Sekber Wartawan Indonesia (SWI) dengan menyerahkan penghargaan khusus sebagai organisasi media pegiat literasi di tingkat kabupaten.
Penyerahan penghargaan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat pada Minggu (27/09/2026).
Piagam penghargaan yang diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Literasi. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat ini telah berlangsung semarak sejak Kamis (24/09/2026) hingga Sabtu (26/09/2026) malam.
Piagam penghargaan bernomor 000.4/956 tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Abdurrani, S.Pd., M.Pd. Prosesi penyerahan dilakukan secara langsung oleh Kalapas Meulaboh, Tendi Kustendi, kepada Rahmad Sardani selaku Kabid Hukum dan Advokasi DPD SWI Aceh Barat.
Ketua DPD SWI Aceh Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan festival yang dinilai berhasil menggali potensi sumber daya manusia di bidang literasi. Selain memperkuat sektor pendidikan, kegiatan ini juga terbukti memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal.
”Suatu kehormatan yang besar atas pemberian Piagam Penghargaan kepada kami DPD SWI Aceh Barat sebagai salah satu organisasi wartawan, kami sangat mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan sedemikian rupa ini dengan berbagai macam kegiatan yang dipersembahkan untuk masyarakat dan daerah,” ungkap T. Fadil T.M, Ketua DPD SWI Aceh Barat.
T. Fadil menambahkan bahwa sinergi antara edukasi dan pemberdayaan ekonomi warga menjadi nilai tambah dari helatan tersebut.
”Kami melihat kegiatan yang mengangkat semangat pendidikan bidang literasi di Aceh Barat juga memiliki dampak positif secara langsung terhadap usaha mikro kecil menengah masyarakat serta menghadirkan stand kerajinan warga lokal didaerah,” sambungnya.
Guna menjaga keberlanjutan tradisi membaca dan menulis, DPD SWI Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemupukan semangat literasi sejak dini pada generasi muda, yang tentunya perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai dari pihak pemerintah.
”DPD SWI Aceh Barat siap menjadi bagian dari tim yang mengkampanyekan semangat literasi, karena ini merupakan esensi dari tugas pokok jurnalistik,” tegasnya.
Ia pun berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai ajang unjuk bakat dan keterampilan generasi muda semata, tetapi juga menjadi pijakan awal bagi dukungan pendidikan yang berkelanjutan.
”Diera moderenisasi ini kita melihat semua sudah serba mudah atau instan, ini menjadi persoalan dan juga sebagai kesempatan bagi pemerintah agar menyediakan fasilitas kepada generasi muda agar terus mengembangkan diri dengan tidak mengabaikan semangat literasi,” pungkasnya.












Komentar ditutup.