Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Diplomasi Budaya dan Kuliner Aceh di Semarang

LOGOS TNbadge-check

TN.JAKARTA l — Tidak mengherankan jika sejak dulu, Aceh dikenal sebagai sebuah bangsa yang besar dengan kebudayaan, perekonomian, perpolitikan hingga dikenal pula sebagai daerah penyebar agama Islam di Asia Tenggara.

Hal itu terlihat pula bagaimana misalnya, Sultan Aceh, Sultan Alauddin Al Mukamil mengutus Abdul Hamid ke Belanda untuk mengetahui seluk beluk kepemerintahan Belanda waktu itu. Sebab tersebar kabar pada saat itu bahwa Belanda sebuah negara. Karena itu, Abdul Hamid diputuskan untuk berangkat ke negeri kincir angin tesebut dan sampai pada bulan Agustus tahun 1602.

Namun, kabar yang tersebar tersebut tidak benar adanya. Ketika Hamid sampai di Belanda, dia sempat ikut ke dalam area peperangan yang pada waktu itu Belanda sedang berhadapan dengan Spanyol dan menguras semua sumberdaya negara itu. Abdul Hamid, melalui kerajaan Aceh kala itu diminta oleh Pangeran Maurits – pendiri dinasti Oranje untuk membantu mereka.

“Artinya, diplomasi Aceh sejak dulu telah berjalan dengan sebagaimana mestinya dan begitu luhur. Sebab Aceh juga berperan dalam berbagai hal baik itu budaya, politik, dan ekonomi,” ujar Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP, M.Si, Rabu, (21/8/19).

Hal itu disampaikan Almuniza terkait diplomasi kebudayaan yang tengah dilakukan secara gencar oleh Pemerintah Aceh melalui BPPA dengan menggelar berbagai lomba, salah satunya menggelar audisi Festival Ratoh Jaroe 2019 yang memperebutkan piala bergilir dari Gubernur Aceh.

Tujuannya, diharapkan kegiatan ini dapat mempersatukan berbagai elemen masyarakat, memperkuat dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada peserta didik yang ikut kegiatan Festival Ratoh Jaroe 2019.

“Nah, karena itu, setelah sukses menggelar audisi di DKI Jakarta, dan Banten, kini kita ekspansi ke Semarang, Jawa Tengah,” ujarnya.

Almuniza menjelaskan. Acara tersebut nantinya akan dihelat di panggung utama Taman Indonesia Kaya, Minggu, 25 Agustus 2019 pukul 07.30 WIB.

“Acara ini gratis untuk masyarakat umum. Di lokasi, nantinya pemerintah Aceh juga mau membagi-bagikan kopi dari Aceh. Kita berharap masyarakat Kota Semarang dapat menikmati suguhan kebudayaan dari Provinsi Aceh,” jelas dia.

Selai itu, Pemerintah Aceh juga akan membuka stand oleh-oleh khas Aceh antara lain, cinderamata, tas, jilbab, bros, dsb. Ada juga makanan ringan khas Aceh seperti thimpan, kue panggang, pulot, keukarah, bada reuteuk dll.*** (PG)

Para peserta audisi tari Ratoh Jaroe saat menunjukkan kebolehan mereka ketika mengikut Audisi Tari Ratoh Jaroe di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Baca Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2 Madiun Dikebut, Progres Lampaui Target

11 April 2026 - 20:34

Musda VI JSIT Indonesia Daerah Kota Depok: Fenny Nisdawati Sah Menjadi Ketua Baru

11 April 2026 - 18:51

Perkuat Sinergi, SWI Sambangi BAZNAS Pusat Matangkan Kerja Sama Strategis

10 April 2026 - 20:46

Jatim Cetak Sejarah! LKS 2026 Libatkan SMA dan MA, Khofifah Dorong Level Nasional Ikut Berubah

10 April 2026 - 19:01

News Trending DAERAH