Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DEPOK

Disdik Jabar Minta Orang Tua Kalahkan Ego dan Utamakan Pendidikan Anak

LOGOS TNbadge-check


					Disdik Jabar Minta Orang Tua Kalahkan Ego dan Utamakan Pendidikan Anak Perbesar

Depok – Ketua MKKS SMA Kota Depok, Mamad Mahpudin menjelaskan beragam persoalan seputar PPDB tingkat SMA di Koya Depok, salah satunya tentang langkah KCD membuka sekolah terbuka tingkat SMA.

Hal itu dikatakan Mamad mengingat masih adanya segelintir orang tua yang masih memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri, meski PPDB tahun ini dinyatakan telah ditutup.

“Jika memang KCD menghendaki dibuat SMA terbuka, kami disini ya hanya menjalankan perintah. Akan kami laksanakan,” kata Mamad saat mengunjungi kantor PWI Depok, Jumat (27/7/2023)

Mamad juga mengatakan baiknya orang tua bisa berfikir lebih jernih untuk memberikan edukasi kepada anaknya.

“Jika anaknya memang tidak bisa diterima lewat jalur yang telah disediakan, alangkah baiknya tidak memaksakan kehendak masuk ke sekolah negeri dengan cara memaksa,” ujar Mamad.

Pria yang juga kepala sekolah SMAN 4 Depok itu juga menjelaskan alasan mengapa orang tua harus memberikan edukasi kepada anaknya tentang metode pendidikan. Keterbatasan kuota ia katakan menjadi alasan SMAN di Kota Depok tidak bisa mengakomodir semua peserta didik.

“Jumlah kuota yang tersedia jauh lebih sedikit dari jumlah peminat, itu alasan kami tidak bisa mengakomodir semua keinginan. Kami berharap semua pihak mengerti betapa dilemanya kami setiap musim PPDB,” ujarnya.

Dengan memaksakan kehendak kata Mamad, pihak sekolah selalu mendapatkan dampak negatif dari setiap orang yang merasa tidak terakomodir.

“Dampaknya, semua yang merasa tidak puas akan berusaha menyudutkan semua unsur pendidikan dengan membuat narasi seolah-olah kami yang salah,” tutur Mamad.

Mamad mengimbau kepada seluruh orang tua yang hingga saat ini anaknya belum sekolah agar lebih legowo. Ia juga meminta orang tua agar lebih membuka logikanya, jangan sampai ego mengalahkan hak anak untuk belajar.

“Kami satuan pendidikan tentu tidak ingin ada anak yang tidak sekolah di Kota Depok. Karenanya, dengan menimbang akan hal itu Disdik Jabar melalui KCD Wilayah II membuat SMA 11 Terbuka yang tersebar di 7 titik di Kota Depok,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 26,76 Persen, Target Rampung Juni 2026

14 Maret 2026 - 01:00

Ramadan, PLN UIT JBB Berbagi Berkah untuk Anak Yatim dan Dhuafa

13 Maret 2026 - 17:48

Tanpan IMB, DPRD Depok Desak Perumahan Diamond Field Disegel

12 Maret 2026 - 21:02

Buka Bazar Raya Ramadan 2026, Sekda Depok Dorong Kebangkitan UMKM Lokal

12 Maret 2026 - 20:11

News Trending DEPOK