Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Diskominfo Jatim Gelar Pelatihan “AI Preneurship” untuk Dorong Inovasi Bisnis Berbasis Kecerdasan Artifisial

Avatar photobadge-check


					Diskominfo Jatim Gelar Pelatihan “AI Preneurship” untuk Dorong Inovasi Bisnis Berbasis Kecerdasan Artifisial Perbesar

Diskominfo Jatim Gelar Pelatihan “AI Preneurship” untuk Dorong Inovasi Bisnis Berbasis Kecerdasan Artifisial

MOJOKERTO, transnews.co.id – Dinas Komunikasi dan Informatik (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan CERDIG – Cerdas Digital bertajuk “AI Preneurship: Menciptakan Peluang Bisnis Inovatif dengan Kecerdasan Artifisial” di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/12/2025).

SURABAYA, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan CERDIG – Cerdas Digital bertajuk “AI Preneurship: Menciptakan Peluang Bisnis Inovatif dengan Kecerdasan Artifisial” di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar semakin siap memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan bisnis.

Pada kegiatan ini, hadir Miftakul Huda, Ketua Relawan TIK Surabaya, yang juga dikenal sebagai instruktur aktif di berbagai program peningkatan kapasitas digital nasional. Huda tercatat sebagai Instruktur Digital Entrepreneurship Academy (DEA) Kominfo, Fasilitator UMKM LevelUp Komdigi, Fasilitator Desa Cerdas Kementerian Desa, Fasilitator Koding dan KA Kemendikdasmen, serta CEO Kebutuhanpertanian.com.

Dalam paparannya, Huda menekankan bahwa pemahaman terhadap AI kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Menurutnya, kecerdasan artifisial tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga memengaruhi keputusan strategis seperti penilaian kredit, seleksi tenaga kerja, layanan kesehatan, hingga perlindungan data pribadi.

“AI memberi banyak manfaat bagi UMKM, seperti peningkatan hasil usaha, perluasan jangkauan pasar, dan kemudahan pembuatan konten. Namun, pemahaman etika dan keamanan tetap menjadi kunci utama,” jelas Huda.

Huda juga memaparkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, antara lain adversarial attacks yang membuat AI salah prediksi, data poisoning atau kerusakan data latih, serta model extraction ketika pihak lain meniru perilaku model AI. Menurutnya, pengujian keamanan berkala penting dilakukan agar sistem tetap aman digunakan.

Selain itu, ia mengajarkan peserta teknik perencanaan bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) untuk membantu pelaku UMKM lebih terarah dalam mengembangkan usaha digital. Huda juga aktif mendorong masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan literasi digital melalui kanal pribadinya @miftakulhuda1.

“Sekarang semuanya serba digital. Tantangannya besar, tapi peluangnya jauh lebih besar. Kuncinya adalah belajar, memahami risiko, dan memaksimalkan teknologi untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, materi literasi digital mengenai etika dan keamanan AI disampaikan oleh Sri Hariati, Direktur PT Azkha Mulya Jaya sekaligus Direktur Diva Digital. Ia juga merupakan Instruktur Nasional Digital Talent Scholarship Kominfo serta Seller Ambassador TikTok Shop Tokopedia.

Sri Hariati menegaskan pentingnya memanfaatkan AI secara etis dan aman, mengingat teknologi ini semakin berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. “AI bisa memberikan manfaat besar, namun tanpa etika dan keamanan, dampaknya dapat berubah menjadi risiko serius bagi masyarakat maupun UMKM,” tegasnya.

Ia memaparkan enam prinsip etika AI, yaitu transparansi, akuntabilitas, keadilan, kebaikan, non-maleficence, dan otonomi. Sejumlah potensi bias juga diuraikan, mulai dari data yang tidak representatif hingga algoritma yang tidak netral, yang dapat menyebabkan diskriminasi pada proses rekrutmen hingga layanan publik.

Sri Hariati juga menyoroti risiko kebocoran data dan ancaman seperti adversarial attacks, data poisoning, serta model extraction. Ia menambahkan bahwa model AI generatif, seperti pembuat gambar dan konten, memiliki potensi penyalahgunaan seperti deepfake dan disinformasi.

Dalam konteks UMKM, Sri Hariati menyebut beberapa risiko yang perlu diwaspadai, termasuk phishing berbasis AI, hoaks bisnis, aplikasi AI tidak aman, hingga ketergantungan keputusan pada sistem tanpa verifikasi. Ia memberikan langkah perlindungan data, seperti penggunaan AI dari penyedia resmi, data minimization, enkripsi dokumen penting, hingga pemeriksaan keamanan berkala. “AI adalah alat bantu, bukan pengganti keputusan manusia. Kita harus cerdas menggunakannya agar membawa manfaat, bukan masalah,” ujarnya.

Baca Lainnya

Rapimnas I IKAPJ Jadi Momentum Penguatan Jejaring Alumni dan Industri

28 Januari 2026 - 12:51

Rapimnas I IKAPJ Jadi Momentum Penguatan Jejaring Alumni dan Industri

Bupati Subandi Sidak Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Pastikan 14 Februari Rampung

27 Januari 2026 - 19:32

Bupati Subandi Sidak Pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Pastikan 14 Februari Rampung

Bupati Sidoarjo Serahkan Pickup dan Stamper ke 18 Kecamatan, Targetkan Jalan Rusak Tuntas Sebelum Lebaran

27 Januari 2026 - 19:30

Bupati Sidoarjo Serahkan Pickup dan Stamper ke 18 Kecamatan, Targetkan Jalan Rusak Tuntas Sebelum Lebaran

Polres Jember Amankan Sejumlah Ranmor Tak Sesuai Spektek Sering Balap Liar

27 Januari 2026 - 10:43

Polres jember amankan sejumlah ranmor
News Trending DAERAH