Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

KESEHATAN

dr. Marcia Kapeta Peduli Penderita HIV/AID

LOGOS TNbadge-check

dr. Marcia saat di wawancara transnews. (Gri)

Tangerang, Transnews- Rumah Belajar Yayasan Kapeta yang berlokasi di Jalan Galunggung Raya No 43 Cibodasari Kota Tangerang Provinsi Banten, sangat petduli terhadap penderita penyakit HIV AIDS.

Karena keperduliannya Transnews Rabu sore (21/8/19) mengunjungi Yayasan Kapeta dan berkesempatan bertemu dokter muda nan cantik, dr. Marcia. Kata dr. Marcia Rumah belajar Kapeta, konsen untuk menjaring dan mencari para pelaku seks menyimpang, yang berpotensi terkena penyakit HIV-AIDS.

Kemudian transnews di salah satu kamar yang disediakan pihak Rumah Belajar Kapeta, berkesempatan pula mewawancarai dr. Marcia.

Dalam perbincangan, dr. Marcia yang bertugas di Puskesmas Karawaci Baru, menuturkan ikatan dinas dan kepedulian pribadinya yang membawanya datang ke Rumah Belajar. Walau sebenarnya sore ini adalah waktu istirahat baginya.

“Saya hanya ingin mereka hidup sehat. Agar resiko penularan dapat ditekan. Karena itu saya ada di sini,” tutur dr. Marcia.

Selain itu, dr. Marcia juga menuturkan pengelompokan potensi dan penderita HIV-Aids ada berbagai kategori.

“Lelaki Seks Lelaki, Waria, Perempuan Seks Komersil, Pengguna Jarum Suntik, Ikatan Perempuan Positif atau Ibu Hamil yang terkena dari suaminya,” terangnya.

Masih dengan penuh semangat, dr. Marcia menegaskan selain fungsi penyuluhan, dirinya yang dibantu seorang perawat melakukan pemeriksaan bagi para peserta yang datang ke Rumah Belajar.

“Hasil tes akan diketahui begitu sampel darah di dapat. Dan ini bersifat rahasia serta pribadi.”

Di akhir wawancara, dr. Marcia menyatakan, jika di dalam tes sore ini ada yang positif maka obat segera diberikan.

“Tetapi dikarenakan pengobatan bersifat seumur hidup bagi penderita HIV-Aids, dr. Marcia menyarankan segera dibuat BPJS,” Pungkasnya. (Angri)

Baca Lainnya

Bupati Subandi Optimalkan Layanan Digitalisasi: Target PAD Rp 642 Miliar, UMKM dan Perbaikan Jalan Dikebut

30 Maret 2026 - 18:35

Kepengurusan DPD LBH CCI Sidoarjo Resmi Dibekukan 

30 Maret 2026 - 18:33

Pergerakan Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Polres Jember Gelar KRYD

30 Maret 2026 - 10:02

Khofifah Turun Langsung Tinjau Banjir di Pasuruan, Bawa Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

30 Maret 2026 - 07:47

News Trending DAERAH