Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

HUKUM

Dugaan Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, BEM PSI: Jangan Lindungi Pelaku!

Avatar photobadge-check


					Ketua Bidang Kaderisasi BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Nauval Al Farisi, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Perbesar

Ketua Bidang Kaderisasi BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Nauval Al Farisi, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS

JAKARTA, transnews.co.id – Ketua Bidang Kaderisasi BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Nauval Al Farisi, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS yang diduga melibatkan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurut Nauval, peristiwa tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kebebasan sipil dan iklim demokrasi di Indonesia.

“Ini bukan sekadar tindak kriminal, melainkan bentuk teror terhadap gerakan sipil. Kekerasan seperti ini adalah upaya membungkam suara kritis rakyat dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Nauval dalam keterangan tertulisnya.

Ia menilai, apabila dugaan keterlibatan aparat negara terbukti, maka hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya penyalahgunaan kekuasaan yang mencederai amanat konstitusi.

Selain itu, ia juga meminta Tentara Nasional Indonesia untuk tidak melindungi oknum yang terlibat serta memastikan proses hukum berjalan secara terbuka dan akuntabel.

Nauval menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh untuk melindungi aktivis dan masyarakat sipil dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan.

“Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan. Keadilan bagi korban adalah harga mati, dan kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Presidium Nasional BEM Pesantren Seluruh Indonesia Ahmad Tomi Wijaya juga menegaskan hal serupa agar segera diusut tuntas.

“Tindakan tersebut tentu menambah daftar hitam sejarah panjang hancurnya moral dan HAM di Indonesia. Dan jelas kami mengutuk hal tersebut serta menyerahkan ke pihak berwajib agar pelaku dapat dihukum seadil adilnya.” Ucap Tomi.

Tomi juga menambahkan bahwa BEM Pesantren juga senantiasa memberi dukungan kepada korban kejahatan tersebut. BEM Pesantren juga turut menyerukan agar kembaikan TNI ke barak dan tak perlu mencampuri urusan politik atau lainnya yang tidak sesuai dengan esensi dan tupoksi nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siagakan OPD Hadapi Mudik Lebaran 2026, WFA Diterapkan Tanpa Ganggu Layanan Publik

18 Maret 2026 - 20:02

Pemkab Sidoarjo Berangkatkan 1.400 Pemudik Gratis, Siapkan 28 Bus ke 5 Rute Favorit

18 Maret 2026 - 20:00

Passca Ledakan di Masjid Jember, Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa

18 Maret 2026 - 05:53

Salurkan Bantuan Kursi Roda, YGP Beri Semangat Baru Untuk Warga Depok

18 Maret 2026 - 05:47

News Trending DEPOK