Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Fauzan Azima, Menulis Kejujuran Dalam Memoar Sang Gerilyawan

LOGOS TNbadge-check


					Fauzan Azima, Menulis Kejujuran Dalam Memoar Sang Gerilyawan Perbesar

TN.ACEH l— Tak banyak pejuang Aceh pasca perjanjian damai Indonesia-GAM (Gerakan Aceh Merdeka) diberlakukan, mendokumentasikan peristiwa konflik dalam bentuk literasi. Fauzan Azima terkecuali. Karena dalam waktu dekat, mantan Panglima GAM wilayah Linge ini akan melaunching buku dengan judul “Sang Gerilyawan” (Memoar Panglima Linge), dimana buku tersebut berkisahnya suka dukanya menjadi gerilyawan demi kemerdekaan Bangsa Aceh.

“Kalau tak ada halangan buku tersebut akan dilaunching pertengahan Desember ini. Tempatnya di Jakarta, dan semoga saja berjalan dengan lancar,” ungkap Fauzan, Selasa (7/12/2021).

Buku yang memiliki ketebalan 300 halaman lebih ini semacam potret peristiwa yang coba direkam dalam tulisan. Ada 10 memoar di dalamnya, dimana dalam satu memoar terdapat beberapa kisah. Ada yang satu memoar berisi 5 kisah, 10, bahkan ada juga yang lebih 20.

Fauzan Azima, Panglima Linge.

“Kisah yang terpisah-pisah itu sengaja dibuat per memoar, agar terdapat benang merah satu dengan yang lainnya,” terang Fauzan lagi.

Menurut Fauzan, ia tulis buku ini bukan untuk unjuk diri, atau mengorek luka lama saat konflik dulu. Tetapi lebih kepada sumbangsih pemikiran melalui tulisan, agar kisah yang pernah ada atau terjadi itu bisa diambil hikmah dan pelajaran.

“Ini adalah bentuk kejujuran kami melalui literasi, jangan pernah dikaitkan dengan apa pun. Karena peristiwa dan kisah yang ditulis, adalah kisah yang saya alami sendiri,” terang Fauzan.

Ditambah, dalam pengantar buku tersebut – Muzakir Manaf, mantan Panglima GAM menuliskan, harus banyak para pejuang Aceh yang menuliskan kisahnya untuk kepentingan sejarah Aceh. Fauzan Azima salah satu contoh yang harus diikuti.

“Kami berharap, buku ini menjadi sumbangsih berarti bagi generasi masa yang datang,” kata Fauzan mengakhiri.*** (Dim)

Fauzan Azima

 

Baca Lainnya

DPW SWI Jatim dan Wartawan Malang Raya Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Mubarot NU Kepanjen

23 Mei 2026 - 20:09

Festival Pesantren 2026 Vol. 01 Sukses Digelar, Meriahkan HUT ke-27 Kota Depok

23 Mei 2026 - 15:10

Nakhodai SWI Periode 2026-2031, Iskandar Tegaskan Komitmen Kolaborasi

23 Mei 2026 - 14:06

Ngopi Bareng Bupati di Sumanding, Pemkab Jepara Dorong Desa Kopi Jadi Destinasi Wisata Baru

23 Mei 2026 - 13:57

News Trending DAERAH