Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Ganggu Lalin: Truk Bermuatan Genset PLN Di Pabrik Dumpit Tangerang Anjlok

LOGOS TNbadge-check

seorang petugas sedang mengarahkan kepada Sopir truk bagaimana agar kemacetan tidak berlangsung lama, terkait Anjloknya Truk bermuatan Genset. (Nus)

Tangerang,transnews-Kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan kawasan pabrik Dumpit, Kota Tangerang. Hal ini dikarenakan anjloknya truk bermuatan genset untuk kepentingan pemasangan tiang pancang listrik, pada pagi hari tadi jam 03.00, Jumat (16/08/19).

Lubang besar di pinggir jalan menjadi biang keladi anjloknya truk, hingga ban truk terperosok ke dalam lubang dan membuat truk berhenti di tengah jalan.

Berdasarkan keterangan supir, Heri Herdiana, truk ber nopol B 9175 JEM ini seharusnya membawa genset ke Tanjung Priok, Jakarta Utara dari gardu Lido PLN Dumpit. Namun saat mencoba menikung jalan, ban truk terperosok ke dalam lubang.

“Seharusnya genset ini saya bawa ke Tanjung Priok. Tapi saat membelok ban masuk ke dalam lubang di pinggir jalan,” tutur Heri.

Saat ini kepolisian Polsek kelapa dua telah berada di lokasi kejadian dan berusaha mengurai kemacetan. Sementara itu supir sedang dalam pemeriksaan.

Ketika disinggung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat truk yang anjlok dan jalan kembali normal. Pihak kepolisian mengatakan proses akan memakan waktu yang cukup lama, bahkan bisa saja seharian penuh.

Warga sekitar dan pengguna jalan pun merespon dengan berbagai ragam komentar. Bahkan banyak diantara mereka yang merasa kecewa atas lambatnya proses evakuasi ini. Hingga menimbulkan berbagai macam kerugian, terutama rugi secara ekonomi.

“Kami klaim ganti rugi, karena ini jelas merugikan kami. Kemungkinan proses evakuasi 24 jam jelas terlalu lama,” ucap warga yang tak mau disebutkan namanya. (Benus)

Baca Lainnya

Musda VI JSIT Indonesia Daerah Kota Depok: Fenny Nisdawati Sah Menjadi Ketua Baru

11 April 2026 - 18:51

Perkuat Sinergi, SWI Sambangi BAZNAS Pusat Matangkan Kerja Sama Strategis

10 April 2026 - 20:46

Unesa Buka Jalur Golden Ticket 2026, Kuliah Gratis Tanpa Tes untuk Siswa Berprestasi

10 April 2026 - 19:03

Jatim Cetak Sejarah! LKS 2026 Libatkan SMA dan MA, Khofifah Dorong Level Nasional Ikut Berubah

10 April 2026 - 19:01

News Trending DAERAH