Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

PERISTIWA

Gubernur Jabar Akan Terapkan 12 Indikator Tangani Kerusakan DAS Cilamaya

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Jabar Akan Terapkan 12 Indikator Tangani Kerusakan DAS Cilamaya Perbesar

Subang,TransNews.co.id-Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar dan tiga pemerintah daerah kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Kabupaten Subang, hari ini bertekad mengembalikan Sungai Cilamaya menjadi sungai yang bersih dan kembali menjadi sumber kehidupan yang menyehatkan bagi masyarakat.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mengikuti kegiatan Gerakan Aksi Nyata Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (PPK) Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya di Bendungan Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Rabu (4/11/2020).

Gubernur mengatakan terjadi pencemaran utamanya di musim kemarau, warna sungai bisa sangat hitam, sehingga banyak aspirasi dari masyarakat dan aktivis lingkungan agar kita bisa mengendalikan Sungai Cilamaya seperti Sungai Citarum

Emil mengungkapkan,DAS Cilamaya sendiri meliputi 8 kecamatan di Kabupaten Purwakarta dengan panjang ruas sungai 75,5 km, 7 kecamatan di Kab. Subang (49 km), dan 7 kecamatan di Kab. Karawang (36,3 km).

Menurutnya,sungai sepanjang lebih dari 160 km ini kerap berwarna hitam, berbusa, dan berbau busuk terutama di musim kemarau.

“Dengan pencemaran itu, para peternak dan petani di sepanjang Sungai Cimalaya pun kesulitan mencari sumber air,”ujarnya.

Emil mengatakan, berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar tahun 2020, status mutu Sungai Cilamaya adalah Tercemar Sedang akibat kerusakan lingkungan (perubahan tata guna lahan dan kerusakan lahan)

Kemudian limbah domestik (pencemaran limbah cair domestik dan penumpukan sampah), limbah industri (tingginya nilai BOD dan COD serta rendahnya oksigen terlarut), dan limbah peternakan (bangkai hewan dan limbah kotoran hewan).

Emil menegaskan, pihaknya akan menerapkan 12 indikator keberhasilan penanganan Citarum oleh Satuan Tugas Citarum untuk menangani pencemaran dan kerusakan di DAS Cilamaya.

“Indikator tersebut adalah penanganan lahan kritis/hutan, sedimen/longsoran perkebunan, limbah,”pungkasnya.(WY) Editor:Nas

Baca Lainnya

Peringati HUT ke-18 Sekaligus Rangkaian HUT Depok, RSUD KiSA Ajak Masyarakat Budayakan Kepedulian Lewat Donor Darah

24 April 2026 - 18:49

Tirta Kahuripan Lakukan Penanganan Gangguan Air Bersih di Tarikolot

24 April 2026 - 18:32

Bupati Subandi Soroti Minimnya Serapan Produk UMKM Lokal oleh Sekolah di Sidoarjo

24 April 2026 - 18:24

Perkuat Manajemen Risiko, BRI BO Jepara Adakan Simulasi Mitigasi Kebakaran

24 April 2026 - 18:21

News Trending DAERAH