Menu

Mode Gelap
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Pengamanan Natal 2025 di Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2025 Berjalan Aman, Forkopimda Sidoarjo Pantau Gereja Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jatim 2 Tahap Finishing, Addendum 14 Hari  Kominfo Jatim Evaluasi Pengelolaan SP4N LAPOR!, Dorong Peningkatan Status Kabupaten/Kota Bupati Sidoarjo Tinjau Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Instruksikan Penanganan Darurat Perkuat Tata Kelola Digital, Ribuan Desa di Jawa Timur Terima Hibah Komputer dari Korsel

DAERAH

Gubernur Jatim Raih Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

LOGOS TNbadge-check


					Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , saat menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  di Shangri-la Hotel Surabaya, Selasa (28/12/2021). Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , saat menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Shangri-la Hotel Surabaya, Selasa (28/12/2021).

Surabaya, Transnews.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI atas Peranan Sebagai Pembina Pemberdayaan Masyarakat Perhutanan Sosial Provinsi Jawa Timur.

Piagam penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK RI, Bambang Supriyanto pada Rapat Koordinasi Sinergitas pasca persejutuan perhutanan sosial pengembangan integrated Area Development Perhutanan Sosial di Provinsi Jawa Timur, di Shangri-la Hotel Surabaya, Selasa (28/12/2021).

“Balai Perhutanan Sosial kalau bisa dipindah ke Jawa Timur karena di sini terbukti suport bupati untuk program perhutanan sosial luar biasa, karena SK Perhutanan Sosial terbanyak sepulau Jawa dan Bali ada di Jatim 50,9%,” ucap gubernur.

“Ketika ada program kehutanan sosial, saya minta pada Dinas Kehutanan nyekrup dengan perkebunan, karena saya melihat permintaan kopi sangat luar biasa, maka bersama kepala BI dan Kepala OJK berkunjung ke pusat penelian kopi dan kakao Indonesia di Jember dan minta Kepala Puslit pak Agung untuk melakukan penelitian guna memetakan kira-kira daerah mana saja di Jatim yang berpotensi ditanami kakao,” imbuhnya.

Dari pemetaan diketahui diseluruh wilayah Jatim yang berpotensi untuk ditanami kopi dan kakao seluas 500 ribu hektare. “Sudah dipetakan mana daerah yang cocok untuk kopi jenis robusta dan mana daerah yang cocok kopi jenis arabika dan juga kakao, berapa budget yang disiapkan untuk sekian hektarnya, berapa jumlah SDM, hingga pasca panen pengemasan perkilonya sudah ada datanya di Puslit Kopi dan Kakao Jember,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan gubernur, Pemprov juga sudah mengkomunikasikan dengan kelompok-kelompok pemuda produktif disetiap daerah dengan harapan terjalin partnership meningkatkan potensi sekitar hutan dengan cara tumpang sari.

“Di Dampit Malang, kopi bisa tumbuh dengan pisang bahkan hasil pisangnya bisa setinggi saya, itu sulit disertifikasi sebagai syarat ekspor, karena sertifikasi itu harus menyeluruh mulai dari lahan hingga bibitnya, padahal itu lahan tumpangsari artinya nilai tambah akan kita temukan ketika kita sudah melakukan penanaman,” ungkapnya.

Sementara Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK RI, Bambang Supriyanto menambahkan, penghargaan ini apresiasi dari menteri untuk percepatan perhutanan sosial dari 313 ribu hektar di seluruh Pulau Jawa, sebanyak 176 ribu hektar ada di Jatim.

Ia berharap, dengan pendampingan gubernur dan bupati maka pengembangan kawasan bisa produktif namun tetap memperhatikan kelestarian hutan “Tahun depan program perhutanan sosial akan kita tingkatkan menjadi 523 ribu hektar, dengan program ini harapannya hutan bisa dikelolah kelompok masyarakat secara mandiri,” katanya. (hd)

Baca Lainnya

FKPM Mambak Kecam Akun Facebook yang Rendahkan Martabat Ratu Kalinyamat Jepara

3 February 2026 - 23:05

Pekerja Bangunan di Jepara Dilarikan ke RSUD Kartini Usai Tersengat Listrik di Atap Gudang SPPG Lebuawu

3 February 2026 - 23:02

Temuan Tonggak Penebangan di Beteng Portugis Picu Pertanyaan Tata Kelola Cagar Budaya

3 February 2026 - 22:58

Gebyar Literasi Anak Meriahkan Harjasda ke-167, Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Sidoarjo Sejak Dini

3 February 2026 - 22:52

News Trending DAERAH